Pilgub Sumsel 2024
Profil Tiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang 'Berebut' Kursi Sumsel 1 dan 2
Profil tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel yang ikut berkontestasi di Pilgub Sumsel besok, Rabu (27/11/2024)
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG, -- Profil tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel yang ikut berkontestasi di Pilgub Sumsel besok, Rabu (27/11/2024).
Tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel ini akan memperebutkan 6.382.739 suara warga Sumsel yang akan memberikan hak suaranya di pemilihan.
6,3 juta warga Sumsel itu adalah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), di 13.206 TPS yang tersebar di 3.249 Desa/ Kelurahan pada 241 Kecamatan di 17 Kabupaten kota se Sumsel.
Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) atau Pilkada Sumsel 2024 sendiri terdapat tiga pasangan calon yang berkontestasi.
Ketiganya yaitu pasangan calon Herman Deru- Cik Ujang (HDCU) yang diusung partai NasDem- Demokrat- PKS- Perindo- PSI dan PBB.
Kemudian pasangan Eddy Santana Putra- Riezky Aprilia (ERA) yang diusung PDIP.
Terakhir, pasangan Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (MATAHATI) yang diusung partai Gerindra- Golkar- PAN- PKB- PPP- PKN dan sejumlah partai non seat di DPRD Sumsel.
Berikut profil, rekam jejak, serta visi misi program tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel yang bisa jadi rujukan masyarakat dalam menentukan pilihannya kedepan.
Pasangan calon nomor urut 1 Herman Deru- Cik Ujang (HDCU)
Herman Deru merupakan sosok politisi yang dikenal luas di Sumatera Selatan, dengan karier panjang yang didedikasikan untuk memajukan provinsi ini.
Bersama Cik Ujang, ia kembali maju sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan dalam Pilkada 2024.
Pasangan Herman Deru-Cik Ujang menjadi paslon pertama yang resmi mendaftar pada Selasa, 27 Agustus 2024, dengan dukungan dari enam partai politik besar, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Perindo, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Herman Deru bukanlah sosok baru di dunia pemerintahan Sumsel. Herman Deru lahir di Belitang OKU Timur pada 17 November 1967.
Perjalanan politiknya dimulai sebagai Bupati Ogan Komering Ulu Timur, di mana ia memimpin selama dua periode, dari tahun 2005 hingga 2015.
Selama masa kepemimpinannya, Herman Deru membawa banyak perubahan signifikan, terutama di bidang pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Filosofi kepemimpinannya yang mendorong pembangunan merata membuatnya dicintai masyarakat OKU Timur dan mendapat kepercayaan luas dari rakyat.
Prestasinya di tingkat kabupaten menjadi batu loncatan bagi Herman Deru untuk maju ke tingkat provinsi.
Pada tahun 2018, ia berhasil memenangkan Pilkada Sumatera Selatan dan menjadi Gubernur Sumsel dengan menggandeng Mawadi Yahya sebagai wakilnya.
Kemenangan ini diperoleh dengan dukungan 35,54 persen suara, menunjukkan antusiasme masyarakat Sumsel terhadap visi dan misinya dalam memajukan provinsi tersebut.
Sebagai Gubernur, Herman Deru fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, dan perbaikan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.
Cagub Cik Ujang
H. Cik Ujang, S.H. (lahir 2 Mei 1968), adalah seorang politisi dan pemimpin yang telah banyak memberikan kontribusi untuk kemajuan Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Sebagai Bupati Lahat periode 2018–2023, Cik Ujang telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjalankan roda pemerintahan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat.
Selain itu, perjalanan karier politiknya yang panjang menjadikannya sosok yang sangat dikenal di dunia politik Sumatera Selatan.
Cik Ujang, yang merupakan anak dari Bapak H. Menawi dan Ibu Hj. Ciknap, lahir dan dibesarkan di Kabupaten Lahat. Ia memulai pendidikan dasarnya di SD Negeri 12 Ulak Pandan, Lahat, dan melanjutkan ke SMP N 5 Lahat.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA N 2 Lahat, Cik Ujang melanjutkan pendidikannya ke Universitas Sjakhyakirti Palembang, di mana ia meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 2013.
Perjalanan politik Cik Ujang dimulai pada tahun 2001 ketika ia bergabung dengan Partai Demokrat. Ia menjabat sebagai Ketua PAC Partai Demokrat Kabupaten Lahat hingga 2006.
Kemudian, Cik Ujang memegang berbagai posisi penting di partai tersebut, mulai dari Bendahara DPC Partai Demokrat Kabupaten Lahat hingga Sekretaris MPC Partai Demokrat Kabupaten Lahat pada periode 2011–2017.
Cik Ujang kemudian mengemban amanah yang lebih besar dengan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lahat dari 2017 hingga 2021.
Pada 2021, ia terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan untuk periode 2021–2026, menandakan pengaruhnya yang semakin besar di dunia politik regional.
Pada 9 Desember 2018, Cik Ujang dilantik sebagai Bupati Lahat oleh rekan sealmamaternya, Herman Deru, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.
Sebagai Bupati, Cik Ujang berfokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pembangunan yang berkelanjutan, serta memperhatikan sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Cik Ujang menikah dengan Lidyawati, S.Hut, dan dikaruniai tiga orang anak. Kehidupan keluarganya yang harmonis juga mencerminkan nilai-nilai yang ia terapkan dalam kepemimpinan, di mana kekeluargaan, tanggung jawab, dan kasih sayang menjadi dasar bagi setiap keputusan yang diambil.
Sebagai Bupati Lahat dan tokoh politik senior, Cik Ujang memiliki visi yang jelas untuk memajukan Kabupaten Lahat melalui pembangunan yang terencana dan berkelanjutan.
Paslon nomor urut 2
Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Eddy Santana Putra, MT dan Dr DR Riezky Aprilia, SH. MH atau disingkat ERA bertekad mewujudkan Sumsel CERAH (Cerdas, Sehat dan Sejahtera) periode 2025-2030.
H Eddy Santana Putra MT lahir di Pangkal Pinang 20 Januari 1957 beristrikan Eva Ajeng
Riwayat Pendidikan :
S2 di Universitas Sriwijaya gelar MT (2002-2004)
S2 di PU The Delft Belanda/Biwopered (1990-1991)
S1 di Unsri gelar Ir (1976-1984)
SMA di Xaverius I (1972-1975)
SMP YSPP (1969-1972)
SD YKPP Pusri (1962-1969)
Riwayat Pekerjaan :
Ketua DPD KNPI Sumsel (1997-2000)
Ketua Bidang Organisasi Komite Nasional Internasional Commision An Drainase (KNI-ICID) Komisariat Daerah Sumsel (1995-2013).
Pengurus HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia) (2000-2013)
Ketua HATHI (Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia) Sumsel (2010-2015)
Eddy Santana Putra merupakan Wali Kota Palembang 2 periode (2003-2013).
Setelah selesai menjadi Wali Kota Palembang, Eddy sempat maju di Pilgub Sumsel 2013, namun kalah dari Alex Noerdin. Pada 2019 dia terpilih menjadi Anggota DPR RI 2019-2024 dan duduk di Komisi VII.
Cagub Riezky Aprilia
Dr. Riezky Aprilia, S.h., M.h. lahir di Palembang 18 April 1982 bersuamikan Giovanni Battista Monsafor
Riwayat Pendidikan :
SD: SD Kartika 2 Palembang (1987 - 1993)
SMP: Xaverius Maria Palembang (1973 - 1996)
SMA: SMA Negeri 2 Palembang (1996 - 1999)
S1: Bandung College of Law (2004 - 2008)
S2: Universitas Padjadjaran (2009 - 2011).
Riwayat Pekerjaan :
Pemilik: Green Hill Muay Thai Sports Camp (2014 - sekarang)
Anggota DPR RI: PDI-P (2019 - 2024)
Kandidat Wakil Walikota Lubuklinggau (2018)
Pemilik: Kamo Housing Jakarta (2009 - sekarang)
Pemilik: Fabi Housing Bandung (2007 - sekarang)
Komisaris: PT. Telaga Indonas Gas (2007 - sekarang)
Staf: Radio Ardan MindWork (2004 - 2005)
Pemilik: Villa Ravi Housing Bandung (2003 - sekarang) Konsultan Keuangan: Astra CMG Life Bandung (2002 - 2003)
Sama dengan Eddy Santana, Riezky pada 2019 terpilih menjadi Anggota DPR RI 2019-2024 dan duduk di Komisi IV.
Paslon Nomor Urut 3
Mawardi Yahya maju Pilgub Sumsel 2024 dengan didamping oleh RA Anita Noeringhati (RA Anita Noeringhati (MATAHATI) dan menjadi pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU untuk maju di Pilgub Sumsel 2024.
Melansir dari berbagai sumber, Ir H Mawardi Yahya merupakan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2018-2023.
Mawardi Yahya lahir di Sukaraja Baru, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir pada tanggal 2 Maret 1958.
Riwayat Karir
Di tahun 1999 sampai 2004, Mawardi Yahya pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Lalu di tahun 2004 hingga 2005 menjadi Ketua DPRD Partai Golkar OI.
Kemudian Mawardi Yahya juga pernah menjadi Bupati OI selama dua periode yaitu di tahun 2005 hingga 2010 dan 2010 hingga 2015.
Saat ini, Mawardi menjadi Wakil Gubernur Sumsel periode 2018 hingga 2023.
Riwayat Organisasi
Mawardi Yahya menjadi ketua DPD Partai Golkar di tahun 2002 hingga 2004.
Lalu pada 2004 hingga 2009 Mawardi menjadi Ketua DPD Partai Golkar di OI.
Kemudian pada 2014 kembali menjadi Ketua DPD Partai Golkar.
Pendidikan Formal
Mawardi Yahya pernah sekolah di SD Sukaraja Baru dan seselai pada 1971
Kemudian melanjutkan SMP di SMP Kerinjing dan selesaipada 1974.
Lalu melanjutkan sekolah ke STM Pertambangan Palembang dan lulus pada 1977.
Mawardi melanjutkan S1 di Fakultas Teknik Universitas Palembang dan selesai pada 1995.
Pendidikan Informal
Di tahun 2001 Mawardi pernah mengikuti pelatihan manajemen strategi angkatan III Bandiklat.
Lalu pernah juga mengikuti penyegaran wawasan kebangsaan kewaspadaan nasional Lemhanas di tahun 2004.
Kehidupan Pribadi
Mawardi Yahya menikah dengan Hj Fauziah dan memiliki lima orang anak.
Anak-anak Mawardi Yahya bernama Fitri Yulianti, Isnaini, Zaitun, Ahmad Wazir Noviadi, dan Panca Wijaya Akbar.
Nama orang tua Mawardi Yahya yaitu ayah bernama H. Yahya Ahmad (Alm) dan ibu bernama Hj. Romdah (Alm).
Cagub RA Anita Noeringhati
RA Anita Noeringhati lahir di Klaten Jawa Tengah pada lahir 28 Juli 1963.
Ia adalah seorang politikus Sumatera Selatan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
Ia merupakan perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut.
Ia kembali berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan setelah berhasil meraih 16.801 suara pada Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1 yang meliputi sebagian Kota Palembang (Ilir Barat II, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Ilir Barat I, Gandus, Kertapati, Plaju, Bukit Kecil) pada Pemilu 2019.
Hal tersebut menempatkannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan tiga periode: 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.
Dalam tiga pemilihan tersebut, ia menggunakan perahu politik Partai Golongan Karya.
Wanita keturunan trah Mangkunegaran dijuluki sebagai Singa Betina Parlemen di Panggung Legislatif Sumatera Selatan.
Jelang Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel, HDCU Tunggu Undangan dari Istana |
![]() |
---|
DPRD Sumsel Sahkan HDCU Sebagai Cagub dan Wagub Terpilih Periode 2025-2030 |
![]() |
---|
Usai Ditetapkan Gubernur Sumsel Terpilih, HDCU Bentuk Tim Transisi Sinkronkan Program Pemprov Sumsel |
![]() |
---|
KPU Serahkan Hasil Pilgub Sumsel ke DPRD, Pelantikan HDCU Tunggu Pusat |
![]() |
---|
Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wagub Sumsel Terpilih, HD : Kemenangan Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.