Ponton Tabrak Jembatan Ampera

Jembatan Ampera Ditabrak 'Gunung' Batubara saat Melintas di Sungai Musi, PPK Palembang Buka Suara

Video Jembatan Ampera dihantam tumpukan batubara yang dibawa tongkang saat melintas di Sungai Musi, Kota Palembang, viral

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
tangkapan layar
Kapal ponton pengangkut batu bara terangkat di bawah Jembatan Ampera saat sedang melintas di perairan Sungai Musi Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I, Palembang pada Kamis (7/11/2024) siang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Video Jembatan Ampera dihantam tumpukan batubara yang dibawa tongkang saat melintas di Sungai Musi, Kota Palembang, viral, Sabtu (9/11/2024). 

Di dalam video yang beredar, tumpukan batubara yang menggunung tersebut menghantam bagian bawah Jembatan Ampera, sampai batubara tersebut berjatuhan ke sungai. 

Belum diketahui kapan persisnya video itu diambil, namun dilihat dari rekaman yang beredar video itu diambil dari suasana foodcourt di dermaga Merah di tepian Sungai Musi.

Diduga tumpahnya muatan tongkang pengangkut batubara itu karena air sungai Musi tengah pasang, sehingga muatan yang seharusnya aman melintas, kemudian tumpah dan terkikis bantalan jembatan.

Sementara itu PPK 3.6 Dalam Kota Palembang PJN Wilayah 3 Provinsi Sumsel, Camelia Nazir saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat akan berkoordinasi lebih lanjut dengan KSOP.

"Kami akan berkoordinasi dengan KSOP lebih dulu," katanya, Sabtu (9/11/2024).

Camelia enggan mengurai lebih lanjut bahaya dan dampaknya jika muatan kapal terus menerus overload seperti yang ada dalam video itu.

Posting video yang dibagikan oleh @undercover.id itu ramai menuai pro kontra netizen

Namun umumnya netizen memberikan komentar negatif karena jika kondisi serupa dilakukan terus menerus akan berbahaya bagi jembatan sehingga bisa membuat umur jembatan lebih pendek.

Banyak juga komentar negatif yang mengatakan jika kebijakan tidak diperketat akan membuat kejadian serupa terulang lagi dan merugikan masyarakat karena jembatan menjadi bagian vital yang menghubungkan transportasi masyarakat.

Ada juga sejumlah komentar sarkas yang dilayangkan jika kejadian itu kerap terjadi karena adanya permainan oknum yang menguntungkan satu sisi saja sehingga merugikan pihak lainnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved