Bentrok Maut di Jakarta

Fakta Bentrok Maut Massa di Jakarta Utara, Polisi Tegaskan Konflik Personal Bukan SARA

Pihak kepolisian buka suara terkait bentrok maut antarsuku yang diketahui belakangan antarsuku di Jakarta.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: pairat
Tribunjakarata
Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKP Fauzan Yonnadi kemudian mengklarifikasi informasi di media sosial yang menarasikan pengeroyokan itu berkaitan dengan keributan antar suku. 

SRIPOKU.COM - Pihak kepolisian buka suara terkait bentrok maut antarmassa yang diketahui belakangan antarsuku tertentu yang terjadi di kawasan Penjaraingan Jakarta.

Sebelumnya jagat maya dihebohkan dengan peristiwa bentrokan maut di Penjaringan Jakarta Utara.

Bentrokan yang terjadi pada Rabu (2/10/2024) itu melibatkan massa.

Video bentrokan tersebut viral setelah dibagikan akun X @bacottetangga_.

Dalam keterangan unggahan itu menyatakan terdapat satu korban jiwa .

Bentrokan itu diduga terjadi karena beberapa orang Ambon menarik motor namun diteriaki maling.

Korban kemudian dibacok salah satu kubu dengan senjata tajam.

Akibat pembacokan itu, korban dilaporkan meninggal dunia.

Bentrokan yang terjadi pada Rabu (2/10/2024) itu melibatkan massa Ambon melawan Palembang.
Bentrokan yang terjadi pada Rabu (2/10/2024) itu melibatkan massa Ambon melawan Palembang. (Kolase Sripoku.com/Instagram)

Terkait itu, pihak kepolisian menegaskan pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial RFM (42) di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, tidak terkait masalah suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Pengeroyokan ini dilandasi masalah pribadi antara korban dengan pelaku berinisial S yang kini sudah ditangkap.

Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKP Fauzan Yonnadi kemudian mengklarifikasi informasi di media sosial yang menarasikan pengeroyokan itu berkaitan dengan keributan antar suku.

Menurut Fauzan, informasi tersebut tidak benar karena memang permasalahan awalnya berkaitan dengan upaya pelaku S mengambil motor korban.

"Ini merupakan permasalahan yang bersumber dari konflik personal," katanya, Sabtu (5/10/2024).

Fauzan menjelaskan, permasalahan awalnya terjadi pada Rabu (2/10/2024) lalu, di mana S dan RFM yang sebelumnya saling mengenal bertemu di wilayah Jakarta Barat.

Saat itu, S tiba-tiba membawa kabur motor Honda PCX milik RFM dengan maksud menggadaikannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved