Ubah Lahan Kosong Jadi Budidaya Madu Beri Manfaat Ekonomi untuk Masyarakat

Dinilai berhasil menjalankan program CSR mengerakkan kelompok masyarakat dan BUMdes budidaya lebah trigona atau kelulut serta mengembangkan bisnis

Tayang:
Editor: adi kurniawan
Dok. SMBR
Pekerja PT Semen Baturaja memanen madu yang dihasilkan dari peternakan lebah Kelulut yang dibudidayakan di lokasi reklamasi bekas tambang galian bahan baku pembuatan Semen. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinilai berhasil menjalankan program CSR mengerakkan kelompok masyarakat dan BUMdes budidaya lebah trigona atau kelulut serta mengembangkan bisnis madu. 


Dengan memanfaatkan lahan kosong masyarakat menjadi program bermanfaat, masyarakat desa diajak untuk berpartisipasi aktif, dan diberikan edukasi, pelatihan dalam mengelola untuk menghasilkan produksi madu yang berkualitas. 


Berkat program ini, pada awal bulan Juni lalu, budidaya madu kelulut ini sudah berhasil dan panen madu yang diberi label sendiri dan diperjual belikan sehingga memberikan peluang nilai ekonomi bagi masyarakat.


Keberhasilan menyulap lahan kosong bekas galian bahan baku semen jadi habitat lebah Kelulut, membuat PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) meraih penghargaan Silver Champion dalam ajang Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 berkat program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan yang dijalankan. 


Penghargaan diterima secara langsung oleh Senior Manager of Corporate Social Responsibility SMBR Gili Aprial Braja.

 


Gili dalam siaran persnya mengatakan selaras dengan tema penghargaan tahun ini, yaitu “Paving The Way Sustainable Business : Innovation CSR”, SMBR dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui “SMBR Economic & Education Beefarm”.


Menurut Gili, SMBR terus mengembangkan strategi bisnis berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) salah satunya pilar ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. 


"Dengan memanfaatkan lahan kosong masyarakat menjadi program bermanfaat, masyarakat desa diajak untuk berpartisipasi aktif, dan diberikan edukasi, pelatihan dalam mengelola untuk menghasilkan produksi madu yang berkualitas," ujarnya, Minggu (30/6/2024).


Sementara itu, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi Sukamdani mengatakan penyelenggaraan BISRA 2024 tidak semata-mata memberikan apresiasi terhadap perusahaan dalam menyelenggarakan tanggung jawab sosial.  


“Model penyelenggaraan BISRA 2024 didesain sedemikian rupa sehingga dapat menjadi barometer kualitas atas pelaksanaan program-program CSR, sekaligus tolok ukur tentang sejauh mana dan seberapa luas manfaatnya bagi masyarakat dan kehidupan,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved