SOSOK dan Profil 4 Pasangan Bakal Calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumsel, 2 Pasangan Terancam Bubar

Berikut ini sosok dan profil 4 pasangan bakal calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumsel satu pasangan resmi bubar bahkan satu pasangan lagi bakal meyusul

Tayang:
Penulis: adi kurniawan | Editor: adi kurniawan
Handout
Berikut ini sosok dan profil 4 pasangan bakal calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumsel satu pasangan resmi bubar bahkan satu pasangan lagi bakal meyusul 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berikut ini sosok dan profil 4 pasangan bakal calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumsel, satu pasangan resmi bubar, bahkan satu pasangannya lagi bakal meyusul untuk bubar juga.

Seperti diketahui, menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel November 2024 mendatang, sejumlah pasangan sudah terlihat mantap untuk maju.

Sampai saat ini terdapat empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel yang akan maju di Pilgub Sumsel.

Namun belum ada garansi keempat pasangan ini akan bisa bertahan hingga masa pendaftaran Pilgub Sumsel mendatang.

Sebab dari pasangan bakal calon yang beredar saat ini terdapat masih satu partai.

Sehingga mereka masih bersaing kepada siapa rekomendasi partainya akan diberikan.

Jika partai yang bersangkutan memilih salah satu kadernya untuk maju, otomatis ada pasangan yang gagal untuk mencalonkan diri.

Berikut ini sosok dan profil 4 pasangan bakal calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumsel satu pasangan resmi bubar bahkan satu pasangan lagi bakal meyusul
Berikut ini sosok dan profil 4 pasangan bakal calon Gubernur & Wakil Gubernur Sumsel satu pasangan resmi bubar bahkan satu pasangan lagi bakal meyusul (Handout)

Berikut sosok dan profil empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel

1. Herman Deru-Cik Ujang

Pasangan pertama yakni Herman Deru-Cik Ujang.

Pasangan ini sudah hampir dipastikan bisa melenggang di Pilgub Sumsel.

Herman Deru sebagai gubernur Sumsel petahana menjadi yang paling kuat untuk maju di Pilgub Sumsel.

Selain itu, jabatannya sebagai Ketua DPW Nasdem Sumsel akan membuat langkahnya semakin mudah untuk maju.

Berikut profil singkat Herman Deru yang kami rangkum.

Herman Deru merupakan mantan Gubernur Sumsel periode 2018-2023.

Herman Deru juga tercatat pernah menjabat sebagai Bupati OKU Timur selama dua periode sejak 2005 hingga 2015.

Saat ini Herman Deru merupakan Ketua DPW Nasdem Sumsel.

Herman Deru lahir pada 17 November 1967 di Belitang, Sumsel.

Ia merupakan anak ke-6 dari 14 saudara.

Pendidikan SD dan SMP ia habiskan di Belitang.

Kemudian jenjang SMA ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Palembang.

Herman Deru meraih gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Syakyakirti Palembang pada 1995.

Kemudian ia juga meraih gelar Magister Manajemen dari STIE Trisna Negara pada 2008.

Sementara wakilnya yakni Cik Ujang berada yang paling atas mendampingi Herman Deru.

Cik Ujang merupakan Ketua DPD Demokrat Sumsel.

Selain itu, ia merupakan mantan Bupati Lahat yang juga memiliki basis suara di kalangan jurai Basemah.

Cik Ujang diketahui lahir di Lahat pada 2 Mei 1968. 

Ia merupakan bupati Lahat periode 2018-2023. 

Sebelum menjadi bupati Lahat, Cik Ujang pernah menjadi anggota DPRD Lahat selama dua periode terhitung dari periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Cik Ujang merupakan anak dari pasangan H Menawi dan Ciknap yang pernah pernah menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Lahat.

Cik Ujang memiliki seorang istri bernama Lidyawati. 

Dari pernikahannya itu, ia memiliki tiga orang anak. 

Adapun riwayat pendidikan Cik Ujang diketahui ia pernah menempuh pendidikan di SD Negeri 12 Ulak Pandang Lahat. 

Kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 5 Lahat dan SMAN 2 Lahat. 

Lalu jenjang perguruan tinggi ia menyelesaikan strata 1 nya di Universitas Sjakhyakirti. 

Diketahui Cik Ujang merupakan satu almamater dengan bakal calon gubernur Sumsel Herman Deru yang bakal didampinginya. 

Selanjutnya di karir politik, Cik Ujang pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Lahat pada 2017-2022. 

Sampai saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Demokrat Sumsel 2021-2026. 

2. Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati

Pasangan kedua ada Mawardi Yahya-Anita yang juga diprediksi akan menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel.

Pasangan Mawardi Yahya-Anita terlihat semakin mantap untuk maju.

Keduanya memiliki dukungan yang besar untuk maju yakni partai Gerindra dan Golkar.

Gabungan partai Gerindra dan Golkar lebih dari cukup untuk keduanya memperoleh tiket maju pilkada Sumsel.

Sebab kedua partai merupakan pemenang di Pemilu 2024 kemarin.

Sehingga pasangan ini menjadi lawan yang kuat untuk melawan petahana.

Selain itu, Mawardi Yahya yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumsel dan Anita sebagai Ketua DPRD Sumsel, sehingga kedua sudah sangap paham tentang kondisi di Sumsel.

Berikut ini sosok dan profil Mawardi Yahya dan RA Anita Noeringhati

Dikutip dari Wikipedia, Mawardi Yahya menempuh pendidikan formalnya di SD Sukaraja Baru, SMP YP Kerja, STM Pertambangan LPTM Palembang dan Universitas Palembang.

Ia juga menempuh pendidikan informal di Pelatihan Manajemen Strategi Angkatan III Bandiklat Depdagri dan Penyegaran Wawasan Kebangsaan Kewaspadaan Nasional Lemhanas pada 2004.

Selama berkehidupan politik di Partai Golkar, Mawardi Yahya terbilang kader lama di partai tersebut.

Mawardi Yahya diketahui telah bersama Golkar sejak tahun 2002 hingga 2023.

Ia pernah tiga kali menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar.

Namun sayangnya, ia memutuskan hijrah ke partai Gerindra setelah mengaku diberhentikan dan tidak masuk dalam struktur di Golkar.

Banyak spekulasi yang muncul terkait hijrahnya seorang Mawardi Yahya ke partai Gerindra.

Sementara itu RA Anita Noeringhati yang dijuluki sebagai Singa Betina Parlemen Bumi Sriwijaya ini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Selatan periode 2019-2024.

Kelahiran Klaten Jawa Tengah, 28 Juli 1963. RA Anita Noeringhati saat ini mengemban amanah ketiga yang dipercayakan rakyat Palembang.

Keberhasilan Partai Golkar mendapatkan kursi terbanyak pada Pemilu 2019-2024, mengantarkan Anita menjadi Ketua DPRD Sumsel untuk pertama kalinya.

Anita Noeringhati menjadi Ketua DPRD perempuan pertama dalam sejarah parlemen Sumsel, dari fraksi Partai Golkar.

Meski menjadi Ketua DPRD Provinsi Sumsel pertama dari kalangan perempuan, sepak terjang Anita Noeringhati tidak perlu diragukan lagi.

Pada periode sebelumnya, Singa Betina ini tepatnya pada periode keduanya, Anita pernah dipercaya sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Sumatra Selatan periode 2014-2019.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel oleh Partai Golkar, yang membidangi terkait pembangunan di Sumsel.

3. Heri Amalindo-Popo Ali

Pasangan Heri Amalindo dan Popo Ali juga hampir dipastikan akan maju.

Heri Amalindo memastikan sudah 80 persen bakal berpasangan dengan Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo B.Commerce maju Pilkada Sumsel 2024 nanti.

Hal ini sempat diungkapkan oleh juru bicara Heri Amalindo, Firdaus Hasbullah beberapa waktu lalu.

Heri Amalindo gencar melakukan penjajakan dengan partai politik baik yang memiliki kursi maupun yang tidak memiliki kursi.

Namun baik Heri Amalindo maupun Popo Ali harus berjuang keras untuk bisa maju.

Heri Amalindo yang tercatat sebagai kader PDIP harus bersaing dengan nama lainnya untuk bisa diusung partai banteng tersebut.

Selain ada nama Meli Mustika yang notabenya sebagai kader PDIP yang juga akan maju di Pilkada Sumsel.

Kemudian, Popo Ali harus bersaing dengan Anita untuk mendapatkan restu dari Golkar.

Pasalnya Popo Ali Martopo Bupati OKU Selatan notabenenya merupakan kader Partai Golkar tentunya bakal bersaing merebut rekomendasi partai berlambang Pohon Beringin ini dengan kader Golkar lainnya.

Pesaing Popo Ali Martopo itu adalah DR Hj Anita Noeringhati SH MH Ketua Harian DPD Golkar Sumsel/Ketua DPRD Sumsel yang merupakan Bakal Calon Wakil Gubernur Sumsel pasangannya Ir H Mawardi Yahya (MATAHATI).

Profil Heri Amalindo dan Popo Ali Martopo

H. Heri Amalindo, M.M. lahir 24 September 1963, Suami dari H Sri Kustina  yang merupakan anggota DPR RI periode 2019-2024 ini, menjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir periode 2016—2021 dan 2021—2024.

Heri Amalindo pernah menjabat sebagai Pejabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir periode 2013—2015. 

Riwayat Pendidikan 

- SMP Xaverius II Palembang (1976—1979)
- SMA Negeri 4 Yogyakarta (1979—1982)
- S1 Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya (1982—1988)

Riwayat Pekerjaan

- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Musi Banyuasin (1999)


- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan (2009)


- Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (2013—2015)


- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (2016—2020)


-Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (2021—Petahana)

Profil Popo Ali Martopo

Popo Ali sempat menjadi Bupati termuda di Provinsi Sumatera Selatan dengan ciri khas kepemimpinan yang apa adanya, berwibawa tegas namun disegani berbagai kalangan, di awali menjadi Kepala Daerah sejak 2016 hingga sekarang.

Sebagai putra daerah, Popo Ali Martopo B. Commerce memiliki karir politik cemerlang, Popo sapaan akrabnya ini lahir di Desa Saung Naga Kecamatan Buay Runjung Kabupaten OKU Selatan Sumatera Selatan pada tahun 10 Mei 1982 dari pasangan Bapak H Rozali Sera'i dan Ibu Hj. Jauleha.

Mengakhiri masa lajang, Popo Ali menikah dengan seorang Putri asal kota Palembang Isyana Lonetasari, putri dari pasangan Bapak Pokbi Lord Exnan B.F SH dan Ibu Hentani Bewti saat ini telah di karunia dua orang anak, anak pertama putri cantik bernama Cleo Aisya Saka Ali dan anak kedua Putra bernama Muhammad Vito Alvaro Zali.

Isyana di Pileg 2024 lalu berpeluang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sumsel terpilih dari Dapil 5. Popo Ali sendiri lahir sebagai Marga Daya, salah satu marga di Kabupaten OKU Selatan dengan tutur bahasa hampir menyerupai bahasa Daerah Komering.

Popo Ali merupakan putra kedua dari empat bersaudara, saudara sulung bernama Heri Martadinata, SE kemudian kedua saudara bungsunya bernama Septika Intan Isizu, SH dan Agustina Anggeraini Am.keb.

Riwayat pendidikan Popo Ali sebaga lulusan Sarjana Universitas luar negeri, di Deaken University Melbourne, Australia yang mendapatkan gelar Bachelor Of Commerce pada tahun 2006.

Sebelumnya Popo Ali mengenyam pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri Gunung 03 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan lulusan tahun 1994.

Kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Muaradua, Kabupaten OKU Selatan lulusan tahun 1997 dan SMA Negeri 3 Palembang Sumatera Selatan tahun 2000.

Terjun kedunia Politik Tahun 2009, karir politik Popo Ali cukup gemilang, terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan di priode 2009-2014.

Selain itu Popo menjabat sebagai ketua Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten OKU Selatan priode 2010-2013 serta menjabat sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten OKU Selatan tahun 2014 -2017.

Mempunyai moto dapat berguna bagi orang banyak, Popo Ali terpilih sebagai Bupati Kabupaten OKU Selatan dan dilantik oleh Gubernur Sumsel era Alex Noerdin di usianya yang belum genap menginjak 34 tahun sebagai Bupati termuda di Provinsi Sumatera Selatan pada 17 Februari 2016 lalu.

Pendidikan

SD Negeri Gunung 03, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (1989-1994)

SMP Negeri 1 Muaradua (1994-1996)

SMA Negeri 3 Palembang (1997-2000)

S1 Deakin University, Melbourne, Australia (2000-2006)

Keluarga

Popo Ali Martopo mempunyai istri bernama Isyana Loneta Sari dan dikaruniai 2 orang anak.

4. Holda-Meli Resmi Bubar

Ir Holda, Balon Gubernur Sumsel salam komando dengan bakal pasangannya Hj Meli Mustika SE MM siap maju Pilkada Sumsel 2024.
Ir Holda, Balon Gubernur Sumsel salam komando dengan bakal pasangannya Hj Meli Mustika SE MM siap maju Pilkada Sumsel 2024. (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Kemudian ada pasangan srikandi yakni Ir Holda- Meli Mustika (Home).

Keduanya sudah dari jauh-jauh hari mendeklarasikan untuk maju.

Bahkan spanduk dan baliho keduanya sudah bersebaran di mana-mana.

Bakal calon Gubernur (Balongub) sekaligus Bendahara DPD partai Demokrat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Holda, menegaskan dirinya tegak lurus dengan putusan partai, yang telah merekomendasikan Herman Deru- Cik Ujang (HDCU) untuk diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2024.

Dengan adanya putusan resmi rekomendasi dari Ketum partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maka dirinya mundur untuk berkontestasi di Pilkada Sumsel dan siap memenangkan HDCU. 

"Terhadap keputusan partai Demokrat semalam untuk rekomendasi diberikan kepada HDCU. Saya ucapkan selamat atas rekomendasi yang disampaikan dan diberikan, kepada ketua DPD Demokrat Sumsel Cik Ujang menjadi Cawagub mendampingi Herman Deru, di Pilkada Sumsel," kata Holda saat menggelar jumpa pers di DPD Partai Demokrat Sumsel Palembang, Rabu (12/6/2024). 

Dijelaskan ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini, jika partai Demokrat nanti telah menunjuk kader Demokrat Cik Ujang yang akan berkontestasi di Pilgub Sumsel maka dirinya akan legowo.

"Kita patuh, bukan terpaksa tapi wajib, karena saya ibaratnya dilahirkan dan dibesarkan partai Demokrat, " tandas Bendahara DPD Partai Demokrat Sumsel ini.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved