Gandeng AMSA, Ditjen Hubdat Ciptakan Budaya Keselamatan Angkutan Sungai dan Danau

Kemenhub melalui Ditjen Hubdat menciptakan terwujudnya Zero Accident budaya keselamatan angkutan Sungai, dan Danau

Penulis: Arief Basuki | Editor: adi kurniawan
Handout
Focus Group Discussion (FGD) Kerjasama antara Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA), dalam kerangka kerjasama Domestic Ferry Safety Assitance Project (DFSAP) yang dilaksanakan, Senin (26/2/2024) di Novotel Palembang.  

SRIPOKU. COM, PALEMBANG -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), menciptakan terwujudnya Zero Accident budaya keselamatan angkutan Sungai, dan Danau. 

Mengingat keselamatan harus menjadi budaya semua pihak, termasuk institusi, operator atau pemangku kepentingan.

Hal tersebut terungkap pada Focus Group Discussion (FGD), yang dilaksanakan, Senin (26/2/2024) di Novotel Palembang. 

Dimana kegiatan Workshop ini merupakan Kerjasama antara Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA), dalam kerangka kerjasama Domestic Ferry Safety Assitance Project (DFSAP).

Kepala Balai Kelas II Sumatera Selatan (Sumsel) Denny Michels Aldan, S.T., M.M dalam kesempatan itu, menyambut baik kegiatan workshop ini, karena merupakan hal yang sangat penting karena karakteristik angkutan kapal di sungai Musi yang sangat beragam dan unik. 

"Melalui kegiatan ini, diharapkan agar tingkat keselamatan angkutan kapal di Sungai Musi dapat meningkat, " katanya. 

Menurutnya, budaya keselamatan pada sektor transportasi sungai dan danau merupakan faktor penting dalam menciptakan transportasi umum yang andal dan aman. 

Baca juga: Sekolah di Palembang Dilarang Gelar Acara Perpisahan, Siap-siap Disanksi Jika Melanggar

 

Namun, pelaksanaannya masih sangat terbatas dan terkadang keselamatan tidak menjadi perhatian pihak terkait. 

"Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai sangat penting sebagai suatu kegiatan terkait yang tentang pentingnya mempromosikan keselamatan angkutan sungai dan danau, termasuk kepada regulator, " tandasnya. 

Pihak Direktorat Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan diwakili Eko Purwanto, dan pemateri tentang Budaya Keselamatan dari Indonesia Dr Sugiarta Wirasantosa. 

Dalam penjelasannya, budaya selamat bertujuan untuk mecapai Budaya keselamatan dengan membangun kesadaran, akan bahaya dan kepedulian akan keselamatan pada untuk setiap orang, yang terlibat dalam angkutan sungai dan danau.

Kegiatan Workshop ini diikuti oleh peserta dari Direktorat Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Ditjen Hubdat, BPTD Kelas II Sumatera Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian, Dinas Perhubungan Kota Palembang, Dinas Kabupaten Banyuasin, Dinas Kabupaten Ogan Komering Ilir, Politeknik Transportasi SDP Palembang, Amsat International dan PT. BKI Cabang Madya Klas Palembang.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved