Banjir di Palembang

Waspada Dampak Banjir, Kasus DBD di Palembang Tercatat 152 Kasus, Kecamatan Sukarami Terbanyak

kasus DBD di Palembang hingga 25 Januari tercatat ada 152 kasus di DBD di Palembang

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Zaini
Pengendara sepeda motor dan anak-anak sekolah menerobos jalan yang dikepung banjir, di kawasan Jalan Lebak Jaya III ,Kecamatan Kalidoni Sei Selayur, Kamis (25/1/2024). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Palembang meminta warga untuk waspadai penyakit deman berdarah akibat dampak banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Palembang. 

Saat ini kasus DBD di Palembang sudah tercatat sebanyak 152 kasus dan tersebar di 18 Kecamatan. 

Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang Yudi Setiawan mengatakan, kasus DBD di Palembang hingga 25 Januari tercatat ada 152 kasus yang tersebar di 18 Kecamatan.

Jumlah DBD terbanyak tercatat di Kecamatan Sukarami dengan jumlah 22 kasus disusul kecamatan Kalidoni 17 kasus dan Seberang Ulu 1 16 kasus, Sako 11 kasus dan Kemuning 10 kasus DBD.

Sementara itu kasus DBD paling sedikit tercatat di Kecamatan Gandus, Seberang Ulu II, Bukit Kecil, Ilir Timur II dan Semarang Borang dengan jumlah kasus masing 4 kasus DBD.

"Untuk mencegah DBD telah dilakukan upaya pencegahan yakni pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M plus," ujar Yudi, Senin (29/1/2024).

Yudi menambahkan kasus DBD jika diklasifikasikan berdasarkan jumlah yang ditangani di puskesmas maka, data penderita DDBD paling banyak tercatat di Puskesmas 4 Ulu yakni 13 kasus, 10 kasus di Kecamatan Kalidoni, sementara itu di puskesmas Sako, Talang Betutu dan Alang-alang lebar tercatat kasus DBD masing-masing tujuh kasus.

Sebaran kasus DBD lainnya terbanyak yakni di Puskesmas Makrayu, OPI, Sekip, Sabo Kingking, Sei Selincah dan Puskesmas Sei Selinca sebanyak masing-masing enam kasus.

Sementara jumlah kasus DBD paling sedikit berada di puskesmas 7 Ulu, Nagaswidak, Kampus, Pakjo, Talang Ratu dan puskesmas Boom baru yakni nihil kasus DBD.

"Masyarakat diminta terus waspada dampak penyakit musim hujan sehingga bisa menekan angka jumlah penyakit yang bisa menjangkiti masyarakat," tutup Yudi.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved