Berita OKI

Hujan Deras di OKI, Warga di 5 Kecamatan Rawan Banjir dan 3 Kecamatan Rawan Longsor Harus Waspada

Banjir di OKI kerap terjadi apabila air Sungai Komering meluap. Banjir yang terjadi bisa cukup lama hingga akhirnya surut.

Tayang: | Diperbarui:
Hujan Deras di OKI, Warga di 5 Kecamatan Rawan Banjir dan 3 Kecamatan Rawan Longsor Harus Waspada - Salah-satu-wilayah-di-Kabupaten-OKI-yang-dilanda-banjir.jpg
Tribun Sumsel/Nando Zein
Salah satu wilayah di Kabupaten OKI yang dilanda banjir.
Hujan Deras di OKI, Warga di 5 Kecamatan Rawan Banjir dan 3 Kecamatan Rawan Longsor Harus Waspada - rekening-dana-kemanusiaan-bantuan-banjir-di-sumsel.jpg
Sriwijaya Post
Tribunners, Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel membuka rekening dana kemanusiaan untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa bencana banjir di Sumatera Selatan. Silahkan salurkan bantuan Anda ke rekening di atas.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Bencana banjir yang menerjang beberapa daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam sepekan terakhir mengakibatkan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak serta rumah mengalami kerusakan.

Diketahui ,bencana banjir terjadi di Kabupaten Muratara, Muara Enim, Musi Banyuasin, PALI dan Kota Prabumulih, akibat intensitas hujan yang turun sangat deras.

Tak jauh berbeda, curah hujan kerap turun sejak sepekan terakhir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan membuat debit air sungai menjadi meningkat.

Disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin, masyarakat yang tinggal di 5 Kecamatan yang rawan harus berhati-hati dengan bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

"Dari total 18 kecamatan yang ada di OKI, terdapat 5 Kecamatan rawan banjir."

"Yaitu Mesuji Raya, Jejawi, Pedamaran, Tanjung Lubuk dan Kayuagung," katanya saat dikonfirmasi pada Minggu (14/1/2024) siang.

Hingga sekarang, Listiadi menyebut bencana banjir telah terjadi di Dusun 6, Desa Ulak Kapal, Kecamatan Tanjung Lubuk dengan ketinggian banjir 20-50 centimeter.

Dikarenakan sebagian besar warga memiliki rumah panggung, maka hanya bagian bawahnya terendam banjir.

"Banjir yang terjadi di Desa Ulak Kapal diakibatkan oleh luapan air sungai setempat."

"Sehingga apabila hari ini hujan tidak turun, banjir akan surut dengan sendirinya."

"Meskipun warga belum perlu mengungsi karena masih bisa beraktivitas, akan tetapi perabotan warga yang berada di rumah lantai bawah harus dipindahkan."

"Mudah-mudahan air di sana segera surut, sehingga masyarakat bisa beraktivitas sehari-hari dengan nyaman," harapannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin. (Tribun Sumsel/Nando Zein)

Menurutnya, banjir di OKI kerap terjadi apabila air Sungai Komering meluap.

Banjir yang terjadi bisa cukup lama hingga akhirnya surut.

"Memang sungai komering melewati beberapa kecamatan, jadi bila debit air meluap dan otomatis rumah-rumah yang ada di bantaran sungai akan terendam,"

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved