Berita Palembang

Pengamat Transportasi Sedih Feeder LRT Stop Beroperasi, Pemerintah Harus Ikhlas Beri Layanan Gratis

Pengamat Transportasi dari Universitas Sriwijaya Palembang, Prof Erika Buchari menyayangkan feeder LRT koridor satu dan dua stop beroperasi.

Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Pakar Transportasi dari Politeknik Sriwijaya, Prof Erika Buchari. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Pengamat Transportasi dari Universitas Sriwijaya Palembang, Prof Erika Buchari menyayangkan feeder LRT koridor satu dan dua stop beroperasi.

Ia menilai, feeder LRT adala moda transportasi yang sangat membantu masyarakat.

Dimana, dari awalnya penumpang LRT Sumsel hanya 1.500 orang per hari sekarang sudah mencapi 13 ribu per hari.

"Artinya secara demand sudah terbentuk, sehingga kota Palembang jadi Icon nya LRT," katanya, Senin (8/1/2024).


Ia pun mengaku prihatin dengan stopnya feeder LRT. Sebab, saat ini masyarakat sudah terbiasa naik LRT tapi untuk feeder.

"Saya sedih koridor satu dan dua yang dikelola Kota Palembang distop," ujarnya.

Menurutnya, andai kata kontrak sekarang, adakah komitmen dalam satu atau dua bulan selesai masalah feeder LRT.

Menurutnya, masyarakat harus mengerti bahwa mereka diberi pelayanan mewah yang gratis. Maka pemerintah harus ikhlas memberikan pelayanan yang gratis, dan masyarakat harus mendukung itu.

 

"Sedangkan masyarakat menunggu kepastian itu. Ini bukan bisnis tapi public transport dari rakyat untuk rakyat.

Buy The Service (BTS) sudah dirintis, tapi kalau tidak mengerti akan lewat-lewat saja.

Bahkan ada yang bilang seperti bakar uang. Jangan pernah berpikir untuk menghemat, uang rakyat untuk rakyat.

BTS dengan fasilitas mewah seperti pakai ac, ada supir serep, ada mobil pengantin gaji jelas. Apakah pelayanan yang mewah ini mau dicabut? "Iya jangan, lanjutkan karena ini untuk masyarakat," katanya.


Sementara itu terkait bakal ada koridor baru, sudah ada kajiannya tinggal dipilih diakuinya jelas feeder itu harus nempel dengan stasiun. 


"Sepertinya ke arah Lemabang ke pusat kota. Disana kan belum dilayani, sementara daerah barat sudah banyak," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved