Berita Palembang

Mulai Tahun Depan Feeder LRT Tidak Lagi Gratis, Penumpang Dikenakan Tarif Rp 4.000

Subsidi sejak 2022 dari Kementerian Perhubungan rencananya akan dicabut. Pemberlakuan tarif itu kini sedang dalam kajian.

Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM / Reigan Riangga
Suasana Feeder LRT Musi Emas masih mengangkut penumpang di Palembang, Selasa (10/10/2023) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Feeder LRT Sumatera Selatan mulai tahun depan akan diberlalukan tarif, tidak lagi gratis.

Subsidi sejak 2022 dari Kementerian Perhubungan rencananya akan dicabut. Pemberlakuan tarif itu kini sedang dalam kajian.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS), Rode Paulus mengatakan sosialisasi pemberlakuan tarif itu akan dilakukan di akhir tahun ini.

"Sosialisasi di akhir tahun ini, 2024 mulai berbayar atau dikenakan tarif bagi penumpang yang naik feeder," ungkapnya, Kamis (7/12/2023).

Ia menyebut, tarif yang dikenakan kepada penumpang tidak besar. Ia memperkirakan tarifnya berkisar Rp 2 ribu - Rp 4 ribu.

Tarif itu, masih lebih murah dibandingkan angkutan umum swasta kisaran Rp 5 ribu per penumpang.

Menurutnya, berdasarkan studi yang dilakukan pengamat transportasi dari Unsri, setidaknya untuk Kota Palembang terdapat 17 koridor.

Jumlah itu bisa menjangkau seluruh wilayah di Kota Palembang. Sementara saat ini jumlah rute yang tersedia 7 koridor, 2 diantaranya (Koridor 1 dan 2) disubsidi Pemkot Palembang.

"Terbatasnya pembiayaan dari Pemda sehingga baru bisa melayani 2 koridor, sementara 5 koridor disubsidi dari pemerintah pusat," jelas Rode.

Kehadiran feeder lanjutnya, mampu meningkatkan jumlah penumpang LRT Sumsel.

Disebutnya, jika 30 persen penumpang feeder juga memanfaatkan LRT sebagai alat transportasinya. Sehingga, integrasi antar moda sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penumpang LRT.

Saat ini, LRT Sumsel tengah mengejar target 4 juta penumpang sepanjang 2023. Hingga 5 Desember, jumlah penumpang LRT Sumsel telah mencapai 3,7 juta orang.

"Masih tersisa 25 hari lagi, rata-rata perhari penumpang LRT harus 11.300 orang per hari untuk bisa mengejar target 4 juta penumpang.

Saat ini rata-rata perhari masih 9.600 penumpang (berdasarkan capaian 3,7 juta penumpang)," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved