Mahasiswi FT Unsri Meninggal Dunia
Sebelum Kasus Aborsi Mahasiswi UNSRI, Ternyata Kosan Pacar Korban Sudah 3 Kali Digerebek Warga
"Sudah tiga kali penggerebekan di kamar kos itu dan puncaknya (terjadi peristiwa aborsi) ini," kata Imron
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Fakta terbaru kasus aborsi yang melibatkan RF dan Diat Putra Nurkesuma mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) beberapa waktu lalu.
RF mahasiswi UNSRI asal Sumatera Barat ini kehilangan nyawa setelah mengalami pendarahan hebat.
Perempuan berusia 21 tahun itu diketahui sempat mengkonsumsi obat aborsi yang mereka beli dari online.
RF mengkonsumsi obat aborsi itu disuruh sang pacar yakni Diat untuk menggugurkan janin yang sedang dikandung korban.
Sampai akhirnya korban mengalami pendarahan dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit yang ada di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Diat saat ini sudah diamankan di Polres Ogan Ilir dan sedangkan jenazah korban sudah dibawa ke kampung halamannya.
Di balik kasus yang menghebohkan ini, terungkap bahwa kamar kos pelaku yang kini dipasang garis polisi, ternyata sudah beberapa kali digerebek warga.
Hal tersebut diungkapkan Ketua RT 10 Lingkungan 5, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Imron Suwandi.
• Mahasiswi Unsri Meninggal Usai Aborsi, Pak RT Ungkap Pacar Korban Buang Janin ke Dalam Kloset
"Sudah tiga kali penggerebekan di kamar kos itu dan puncaknya (terjadi peristiwa aborsi) ini," kata Imron kepada wartawan, Kamis (23/11/2023).
Imron menuturkan, beberapa bulan lalu dia dan sejumlah warga berinisiatif mendatangi sejumlah kamar kos, termasuk yang ditempati Diat.
Warga yang menangkap basah sejumlah mahasiswa yang berduaan dengan lawan jenis, lalu menghubungi orang tua muda-mudi tersebut.
Bahkan ada pasangan yang lebih dari satu kali kedapatan berduaan di kamar, diminta mencari tempat kos lain.
"Kami menggerebek kamar kos itu pada dasarnya sayang sama adik-adik mahasiswa," ungkap Imron.
Dirinya mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus aborsi di lingkungan tempat tinggal RT tersebut.
Apalagi saat mengetahui bahwa pelaku sempat membuang janin yang dikandung kekasihnya berinisial RF itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ketua-RT-10-Lingkungan-5-Kelurahan-Timbangan-Kecamatan-Indralaya-Utara-Imron-Suwandi.jpg)