Berita OKU Timur
Sepinya Pasar di Martapura Sumsel, Pedagang 'Jangankan Yang Beli, Yang Lewat Pun Tak Ada'
Jumlah pembeli di Pasar Martapura, ujar Dina, mengalami penurunan drastis yang berdampak pada penurunan pendapatan.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Puluhan pedagang pakaian di Pasar Martapura, Kecamatan Martapura mengeluh karena kondisi pengunjung yang sepi.
Bahkan puluhan toko tutup dan ada yang terpaksa pindah ke lain tempat.
Hal ini diakibatkan karena konsumen sudah beralih ke online shop atau platform e-commerce lantaran kemudahan yang diberikan oleh platform tersebut.
Hal ini diutarakan Dina, salah satu pemilik toko pakaian.
Menurutnya, kondisi seperti ini sudah terjadi pasca pandemi Covid-19.
Jumlah pembeli di Pasar Martapura, ujar Dina, mengalami penurunan drastis yang berdampak pada penurunan pendapatan.
"Pada waktu Covid-19 masih berguyur pengunjung pasar masih ada yang berdatangan."
"Namun saat ini bisa dilihat sendiri jangankan ada yang membeli, bahkan yang lewat saja tidak ada," katanya.
Ia juga menyampaikan, semenjak ada e-commerce pendapatannya turun drasti,s bahkan dalam sehari saja kadang tidak ada yang laku.
Bahkan ia juga tidak lagi memakai karyawan untuk menjaga tokonya karena tidak bisa lagi menggajinya akibat sepinya pengunjung.
"Kami bertahan di pasar ini karena dari pada tidak ada kerjaan saja.""Mas bisa lihat sendiri tidak pengujung yang lewat," ucapnya.
Dina menambahkan, jika dulu ada ratusan pengujung yang lalu lalang dan membeli pakaian di toko.
Namun kini kadang sehari kadang satu dua pengujung yang lewat, terkadang tidak ada pembeli.
"Iya kadang dalam seminggu hanya beberapa pengunjung yang mampir untuk membeli di toko saya ini."
"Namun bahkan pernah dalam satu bulan itu tidak ada pengujung yang membeli di toko saya," ceritanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Pengunjung-di-Pasar-Martapura-sepi-diakibatkan-banyak-konsumen-yang-memilih-belanja-di-e-commerce1.jpg)