Berita Palembang

LIPSUS : Preman dan Pemalak Berkeliaran di BKB Palembang

"Saat pertama kita parkir,  sudah harus bersitegang dengan Juru Parkir yang terkadang meminta biaya lebih.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Sripo
Salah satu ikon Kota Palembang terlihat jelas dari pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) 

"Kita sudah mulai penataan, atap maupun pagar yang akan dijadikan satu pintu agar lebih terkoordinasi, karena saat ini kawasan parkir yang masih umum." ujarnya.

Sementara ini Museum SMB intens dikunjungi kelompok pelajar, mahasiswa komunikasi hingga masyarakat umum, dengan tiket masing-masing Rp1, 2 s/d 5 ribu melalui qris.

"Karena kita retribusinya harus bisa memenuhi target PAD untuk 1 Thun Rp 80 juta. Jadi, peningkatan fasilitas tetap dilakukan." ujarnya.

//Ramai Penumpang di Hari Besar


Serang Getek yang Sehari-sehari beraktivitas di perairan Sungai Musi Palembang, Zulkarnadi menjelaskan bahwa beberapa pekan terakhir ia lebih banyak duduk di  dalam ketek miliknya, lantaran sepi penumpang di aktivitas sungai, apalagi untuk ke lokasi wisata.

"Hanya ada 5 sampai 10 penumpang yang minta antar menyebrang ke Pasar 16 Ilir maupun ke wilayah seberang ulu maupun sebaliknya," katanya.

Warga Jalan Faqih Usman Kelurahan 2 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang ini menjelaskan bahwa pemasukannya sehari kian berkurang meskipun tak terlalu signifikan.

"Tarif nyebrang satu orang masih sama Rp5 ribu. Dari biasa yang pemasukan diangka Rp100-Rp150 ribu, namun saat ini mencari Rp 50 ribu saja itu sudah sulit, padahal kami keluar sejak jam 7 pagi dari Musi 6 Palembang," ujarnya.


"Biasanya ramai Penumpang itu pada hari besar atau perayaan tahun Baru, karena banyak yang berwisata air baik hanya mengelilingi Sungai Musi maupun minta antar ke Pulau Kemaro," katanya.

//Bangun Posko Terpadu

Banyaknya aksi premanisme yang membuat ketidaknyamanan bagi wisatawan khususnya wilayah seputaran BKB Palembang, membuat Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa berang.

Menurutnya, pihaknya kedepan akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti, Dinas Perhubungan serta Satpol-PP dan TNI, Polri untuk mendirikan posko terpadu di wilayah BKB.

"Nanti kita susun mekanismenya seperti apa, yang jelas akan kita dirikan Posko Terpadu yang dijaga petugas terkait selama 24 jam agar memberikan kenyamanan keamanan bagi wisatawan yang hadir," ungkap Ratu Dewa.


Dijelaskan, pihaknya telah melakukan ultimatum bagi sejumlah pihak yang terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran seperti pungli maupun pemalakan.


"Jelas tindakan berupa sanksi tegas kita terapkan apabila masih ada oknum nakal yang meresahkan," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved