Berita Lubuklinggau
3 Kobra Bersarang di Dalam Speaker Warga di Lubuklinggau, Damkar Turun Tangan
Tiga ekor ular kobra bersarang di sebuah speaker milik warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).
SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Tiga ekor ular kobra bersarang di sebuah speaker milik warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).
Mendapat laporan warga kobra bersarang di dalam speaker, damkar Lubulinggau turun tangan untuk melakukan evakuasi.
Ular itu ditemukan di rumah seorang warga di daerah Cereme Dalam, Kelurahan Cereme, Kecamatan Lubuklinggau Timur II pada Senin, 2 Oktober 2023 lalu.
Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Daerah (DPKPB)
Kota Lubuklinggau, Suryo Amrinata Kusuma menyampaikan, awalnya pihak Damkar mendapat laporan masyarakat.
"Petugas menerima laporan adanya tiga ular jenis kobra yang bersarang di dalam speaker di rumah warga," kata Suryo pada wartawan, Jumat (6/10/2023).
Setelah mendapat laporan itu petugas meluncur ke lokasi dan langsung melalukan evakuasi ular dari dalam salon.
“Ular itu diketahui yang punya rumah saat akan merapikan speaker salon, terkejut melihat ada ular," ungkapnya.
Keberadaan ular awalnya tidak diketahui bila berada dalam speaker. Karena kemungkinan ular berasal dari semak belukar yang ada didekat rumah mereka.
" Ular itu keluar mencari tempat hangat dan masuk ke dalam speaker. Kebetulan yang punya rumah ada orgen tunggal salonnya di halaman rumah," ujarnya.
Ketika itu pemilik rumah mau mengambil speaker terlihat ular jenis kobra. Seketika itu pemilik langsung kaget.
"Petugas yang mendapat laporan langsung menindak lanjutinya dengan meluncur ke lokasi," ungkapnya.
Setelah berhasil melakukan evakuasi, tiga ekor ular kobra itu langsung dilepaskan ke dalam hutan.
“Alhamdulillah tidak ada korban yang dipatuk,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Lubuklinggau mencatat terjadi peningkatan kasus ular yang ditangani pihaknya.
“Mulai Januari sampai Oktober ini total evakuasi hewan sebanyak 41 kali. Rincian ular 20 kali, tawon 17 kali, kucing masuk sumur 2 kali dan monyet 2 kali,” ungkapnya.
Tercatat 20 kali kasus penanganan ular masuk rumah mayoritas terjadi diantara bulan Juli ditemukan dalam rumah dan sekitar halaman rumah.
Kemungkinan ular tersebut masuk ke lingkungan pemukiman karena mencari makan. Karena ditempat habitatnya makanan berkurang.
"Jadi mereka masuk ke perkampungan warga dari sarangnya seperti ular dan hewan melata lainnya,” pungkasnya. (Joy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/3-kobra-di-lubuklinggau.jpg)