Harga Karet

Harga Karet Hari Ini di Musi Rawas Sumsel Turun Jadi Rp 6.600 Per Kilogram, Petani Lesu Malas Nyadap

Harga itu turun sejak beberapa hari terakhir. Sebelumnya harga karet masih berkisar Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogramnya.

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/EKO MUSTIAWAN
Ratno salah seorang pengepul karet di Desa Bumi Agung Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, menimbang karet hasil produksi petani, Sabtu (23/9/2023). 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS - Berikut update harga karet di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini, Rabu tanggal 27 September 2023.

Harga karet di Kabupaten Musi Rawas hari ini kembali turun dan produksi pun turun.

Saat ini harga karet di tingkat petani hanya Rp 6.600 per kilogram.

Harga itu turun sejak beberapa hari terakhir.

Sebelumnya harga karet masih berkisar Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogramnya.

Kondisi tersebut tentu membuat petani karet di Kabupaten Musi Rawas merasa lesu.

Ditambah musim kemarau yang terjadi saat membuat produksi karet turun.

"Turun lagi hari ini, jadi Rp 6.600 per kilogramnya," ungkap Anggi, salah seorang petani karet di Desa Bumi Agung Kecamatan Muara Beliti kepada Sripoku.com, Rabu (27/9/2023).

Dikatakan Anggi, harga turun kurang lebih sejak seminggu yang lalu dari harga sebelumnya masih berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kilogramnya.

"Sekitar seminggu ini turun, itu harga di tingkat petani yang langsung dari kebunnya," ungkapnya.

Dengan anjloknya harga karet saat ini, lanjut Anggi, membuat petani kembali lesu.

Ditambah musim kemarau yang membuat produksi getah karet turun.

"Lesu, harga terus anjlok ini. Apalagi musim kemarau seperti ini, tambah malas mau menyadap karet. Karena pohon karet sedang terek (gugur daun), jadi keluar getahnya sangat sedikit," jelasnya.

Terlepas dari itu, Anggi berharap agar harga karet kembali stabil, paling tidak diatas Rp10.000 per kilogramnya untuk di tingkat petani.

"Harapannya naik lagi, karena harga karet saat ini tidak sebanding dengan kebutuhan pokok, khususnya karet. Sekarang 2 kilogram karet baru dapat 1 kilo beras," harapnya.

Dapatkan berita terkait dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved