Kisah Kurnia Meiga
Kurnia Meiga Menjual Medali dan Piala untuk Bertahan Hidup
Sebab secara otomatis, dia tak memiliki pemasukan sejak 23 Agustus 2023, karena tak lagi bisa melihat secara normal.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
"Mereka syok melihat keadaan saya, mereka tak percaya awalnya," ujarnya.
Setelah itu, Meiga mengaku, beberapa teman-temannya yang peduli membantu, begitu juga klub, namun jujur ia mengakui biaya berobat dari uang pribadi, namun hingga kini belum diketahui sebabnya.
"Dari berobat belum ada penjelasan secara gamblang apa sebabnya mengaku tiba-tiba mata ini ketutup tirai dan ngak bisa melihat," ungkapnya.
Dengan kondisi ini, Meiga bertahan hidup, namun menurut dia kebutuhan anak-anaknya sekolah membuatnya harus menjual koleksi medalinya.
"Banyak medali, dari 2008-2017, 9 tahun, ada 13 medali, diantaranya Piala pemain terbaik ISL 2009-2010," ujarnya.
Menurut dia, ada 3 medali yang dijual, AFF 2010 dijual dan baju dijual."
Yang penting apa saja bisa dijual saya jual, saya ngak mau merugikan orang dan ngemis bantuan," ujarnya.
Apakah ngak sayang dengan semua ini, secara ini prestasi? tanya dokter Richard Lee."Mau gimana lagi, sebab saya ngak bisa aktivitas," jelasnya.
Menurut dia, bantuan datang dari Ketua Umum PSSI Erick Tohir yang langsung menemui dirinya dan ia mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Namun sekali lagi dia mengaku untuk terus hidup dia harus bertahan.
"Pak eric? waktu itu bantu, beliau tahu saat saya mau jual medali, terus pak erick tanya? saya katakan untuk kebutuhan hidup, karena saya sendiri ngak kerja," ujarnya.
"Jalan satu-satunya Jual medali? yang nama saya ngak bisa aktivitas, soal bantuan saya ngak munafik, tetapi saya mau, ngak minta ke klub manapun atau siapapun, saya ngak mau ngerepotan orang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kurnia-Meiga-Piala-dan-Medali.jpg)