Museum Nasional Indonesia Terbakar
Nasib Prasasti Kedukan Bukit Palembang Usai Museum Nasional Indonesia Terbakar
"Sejauh ini kami belum mengetahui dan belum ada rincian benda berharga apa saja yang terbakar.
Penulis: Reigan Riangga | Editor: Yandi Triansyah
Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca musibah kebakaran yang terjadi di Museum Nasional Indonesia (MNI) yang turut menghanguskan benda-benda bersejarah turut menjadi perhatian dari Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Senin (18/9/2023).
Meskipun tak menimbulkan korban jiwa, namun situasi terkini telah dapat dikendalikan lantaran respon cepat pihak pemadam kebakaran dibantu pihak keadaan hingga api bisa dipadamkan pukul 22.40 Wib.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal menyampaikan terkait musibah kebakaran Museum Nasional Indonesia ia turut prihatin atas musibah tersebut.
Menurutnya, aset seharah Bumi Sriwijaya yang ada di MNI, seperti prasasti kedukan bukit dan lainnya masih dalam penelusuran tim apakah terdampak atau tidak.
"Sejauh ini kami belum mengetahui dan belum ada rincian benda berharga apa saja yang terbakar. Masih proses pencatatan dari Tim museum dan instansi terkait lainnya terkait apakah prasasti dari palembang ikut terdampak atau tidak. Semoga saja kondusif," ungkap Agus Rizal, Senin.
Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diterima Sripoku, situasi terkini MNI fokus pengamanan benda bersejarah dan tak ada korban jiwa.
“Ada 6 ruangan di Gedung A yang terdampak, sedangkan 15 ruangan lainnya di gedung A serta ruangan pamer gedung B dan C sama sekali tidak terdampak. Api tidak menyebar. Sebagian koleksi yang terdampak adalah replika, seperti di bagian prasejarah. Sisanya dipastikan dalam keadaan aman. Kami secara intensif terus melakukan pengukuran dampak dan rencana tindak lanjut," jelas Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) Ahmad Mahendra.
Koleksi hasil repatriasi dari Belanda dipastikan tidak terdampak karena disimpan di lokasi yang jauh dari pusat kebakaran.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim telah memberikan pernyataan pers dari lokasi kebakaran bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan prioritas utama BLU MCB saat ini adalah untuk mengidentifikasi dan memperbaiki ruangan museum yang terdampak serta memastikan keamanan benda sejarah.
"Kami akan berupaya keras untuk memastikan bahwa museum kembali dalam kondisi terbaik secepat mungkin," jelas Mahendra.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, MNI akan sementara ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Informasi lebih lanjut mengenai tiket yang telah dibeli masyarakat, Mahendra menjelaskan bahwa ini situasi force majeur (keadaan kahar).
"Karena keadaan kahar ini, tiket yang telah dibeli akan dikembalikan. Informasi lebih lanjut mengenai proses pengembalian dana akan disampaikan segera setelah kami memiliki panduan yang lebih jelas," terang Mahendra.
"Kami mohon pengertian dari masyarakat atas langkah yang kami ambil. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan dan keamanan pengunjung," kata Mahendra.
Sesuai instruksi Mendikbudristek malam hari Sabtu (17/9), BLU MCB telah membentuk tim khusus yang bertanggung jawab merawat dan mengamankan benda-benda sejarah dan budaya yang terdampak kebakaran.
"Investigasi terus dilakukan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran ini. Kami berkomitmen untuk terus berbagi temuan investigasi dengan publik seiring perkembangannya," tutup Mahendra.(cr2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/prasasti-kedukan-pindah_20150611_204316.jpg)