Tangis Pilu Ibu Bayi yang Tertukar Setahun, Dibentak Suster di RS, Ibu Lain Tak Mau Tes DNA
Pada 20 Juli, saat si bayi hendak digendong dan disusui, Siti merasakan kejanggalan dan kecurigaan lantaran terasa berbeda.
Empat bulan kemudian, tepatnya pada November 2022, Siti meminta alamat pasien B yang diduga ibu dari bayi yang tertukar.
"Saya dan pasien B dimediasi di rumah sakit."
"Tapi sampai sekarang enggak ada titik terang," ujarnya.
Di tengah mediasi, pasien B membantah anaknya telah tertukar dengan anak Siti.
Upaya mediasi pun tak membuahkan hasil, hingga Siti memutuskan untuk melalukan tes DNA."
Hasil tes DNA tersebut menyatakan bahwa bayi yang dibawa pulang Siti bukanlah anak kandungnya.
"Saya akhirnya melapor ke polisi dan meminta bantuannya segera ditolong minta carikan anak saya."
"Sama pihak rumah sakit saya minta segera temukan anak saya supaya bisa kembali lagi, saya bisa mangku dia lagi," jelasnya.

===
Ibu lain belum mau tes DNA
Juru Bicara RS Sentosa, Gregg Djako mengatakan, peristiwa tersebut baru diketahui secara resmi oleh rumah sakit pada Mei 2023 atau 11 bulan setelah kejadian.
RS kemudian mencocokkan data administrasi dengan bayi pasangan suami istri Thabrani dan Siti.
Berdasarkan data administrasi dan rekam medis, ujar Gregg, memang saat itu ada dua bayi laki-laki yang baru dilahirkan.
Kedua perempuan yang bayinya diduga tertukar itu dipanggil untuk melakukan tes DNA dan pengujian di laboratorium di Jakarta.
Namun, saat itu, ibu lain yang merupakan warga Tajur Halang, Kabupaten Bogor, tidak pernah mau datang atau bersedia tes DNA.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.