Breaking News

Bayi Tertukar di Bogor

Hasil DNA Bukan Anaknya, Siti Tempuh Jalur Hukum, Orangtua Bayi Tertukar di Bogor Ngaku Belum Siap

Ia pun mendapati reaksi tak mengenakan dari orangtua bayi yang diduga tertukar dengan anaknya saat diminta untuk sama-sama melakukan tes DNA.

Editor: pairat
Kolase Sripoku.com/Tribunnewsbogor
Siti Maulinah seorang ibu bayi tertukar di Bogor tempuh jalur hukum 

SRIPOKU. COM - Usaha Siti untuk bujuk orangtua bayi yang diduga tertukar dengan anaknya agar mau melakukan tes DNA tak membuahkan hasil.

Pemilik nama lengkap Siti Mualinah (36) akhirnya pilih menempuh jalur hukum.

Seperti diketahui Siti baru sadar setelah mengetahui hasil DNA bayi yang sudah dirawatnya satu tahun itu bukan anaknya.

Ia pun sempat menemui orangtua bayi yang diduga tertukar dengan anaknya pada usia bayi masih 4 bulan.

Ia pun mendapati reaksi tak mengenakan dari orangtua bayi yang diduga tertukar dengan anaknya saat diminta untuk sama-sama melakukan tes DNA.

Saat mendatangi rumahnya di daerah Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Siti pun hanya bisa menangis saat bertemu sang bayi yang diduga anaknya tersebut.

Siti Mauliah, seorang ibu yang bayinya tertukar di Bogor (kiri). Ilustrasi bayi (kanan).
Siti Mauliah, seorang ibu yang bayinya tertukar di Bogor (kiri). Ilustrasi bayi (kanan). (Kolase Sripoku.com/Instagram)

 

Siti diketahui melahirkan bayi laki-laki di Rumah Sakit Sentosa pada 18 Juli 2022 lalu.

TribunnewsBogor.com mendapat informasi bahwa terduga ibu bayi tertukar di Bogor ini bernama Dian atau Pasien B.

Berbekal alamat dari rumah sakit, Siti Mauliah pun mendatangi rumah terduga anak kandungnya itu.

"Saya susul ke rumah si pasien B," kata Siti kepada TribunnewsBogor.com.

Saat pertama kali melihat bayi yang dirawat pasien B itu, Siti Mauliah yakin betul kalau itu adalah anak kandungnya.

Siti pun menyadari ada kemiripan secara fisik antara bayi tersebut anak yang ia lahirkan.

"Pas lihat bayinya saya langsung nangis di situ," kata Siti lagi.

Tangisan Siti Mauliah yang mendadak itu pun turut menimbulkan pertanyaan bagi terduga ibu bayi tertukar di Bogor itu.

"Kata pihak dari keluarga pasien B, 'kok ibu nangis?'. Saya bohong alesan hujan, padahal itu bayi saya," kata Siti Mauliah.

Saat itu Siti juga sempat bertemu dengan suami dari Dian.

Rupanya reaksi suami , dan tidak mendapat respon baik.

"Enggak mau dia. Ngejawabnya 'mungkin ibu salah orang, gelang orang kali itu'," tutur Siti.

Padahal niat Siti mendatangi rumah Dian yakni untuk sama-sama menanyakan kebenarannya ke pihak RS Sentosa.

"Saya ngotot, tadinya mau kerjasama kita tanya ke rs langsung, tapi dianya gak mau," ucapnya.

Tak patah arang, Siti Mauliah pun mencari tahu ke beberapa bidan dan dokter.

"Terus saya nanya-nanya ke bidan dan dokter, mereka bilang kemungkinan ketuker terus disaranin langsung jalur hukum," tandasnya.

Setelah itu, ia bertemu dan meminta bantuan Kuasa Hukumnya, Rusdy Ridho.

Barulah setelah satu tahun kemudian, terungkap bahwa bayi yang dirawat oleh Siti selama ini bukan anak biologisnya.

"Dari 10 Juli sudah ketahuan ini bukan anak dia secara biologis," kata Rusdy kepada TribunnewsBogor.com, Jumat.

Hasil itu didapatkan berdasarkan tes DNA yang difasilitasi oleh RS Sentosa.

"Yang jelas bayi yang ada di bu siti sekarang itu bukan bayi dia, bukan anak biologis dia, karena sudah dites secara DNA. Kemudian bayinya bu Siti entah ada di mana," pungkasnya.

Jubir RS Sentosa, Gregorius B Djako mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan upaya agar pasien B mau melakukan tes DNA.

"Saat ini masih diupayakan juga oleh keluarganya yang lain, karena kami juga hubungi lawyer-nya," kata Greg saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Jumat (11/8/2023).

Namun hingga saat ini, lanjut dia, Dian masih belum bersedia melakukan tes DNA dengan alasan belum siap mental.

Siti Tempuh Jalur Hukum

Usaha Siti Mauliah (37), ibu yang bayinya diduga tertukar tak putus semangat.

Kini ia resmi menyampaikan laporan aduan ke Polres Bogor didampingi kuasa hukumnya, Jumat (11/8/2023).

Kedatangan sang ibu diterima langsung oleh Waka Polres Bogor Kompol Fitra Zuanda dan Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Pantauan TribunnewsBogor.com, sang ibu yang bayinya diduga tertukar ini sesekali menangis terisak saat mengikuti jumpa pers pasca menyampaikan aduan tersebut.

Dia tampak terus menunduk sambil berulang kali mengusap air matanya.

Polwan Polres Bogor mendampinginya pun terus mencoba menenangkan Ibu Siti.

"Kami sudah menerima pelapor dan saat ini telah selesai melaksanakan audiensi bersama Kasat Reskrim tentang permasalahan dugaan tertukarnya bayi," kata Waka Polres Bogor Kompol Fitra Zuanda kepada wartawan, Jumat (11/8/2023) sore.

Dia mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dugaan bayi tertukar ini.

"Pada prinsipnya perintah Bapak Kapolres Bogor untuk permasalahan ini kami tindaklanjuti, dilayani sesuai prosedur yang berlaku," kata Kompol Fitra Zuanda.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro menambahkan bahwa kasus ini akan ditangani melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

Laporan aduan dari Ibu Siti ini, kata dia, menjadi dasar pendalaman yang akan dilakukan.

"Dalam penyelidikan nanti akan kami lakukan langkah-langkah teknis dan taktis yang kemudian akan membuat terang peristiwa ini apakah ada unsur pidana yang terjadi di dalam peristiwa atau kejadian ini," ungkap AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ibu Bayi Tertukar Terisak Mengadu ke Polres Bogor, Polisi Segera Tindaklanjuti.

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved