Doa

Bacaan Doa Pengganti Qunut Subuh Apabila tidak Hafal, Lafaz Singkat Dianjurkan Dibaca Saat Sholat

Doa qunut sholat subuh memiliki keutamaan di baliknya sehingga dianjurkan untuk diamalkan. Namun, jika tidak hafal maka dianjurkan untuk membaca ini.

Penulis: Tria Agustina | Editor: adi kurniawan
Sripoku.com/Tria Agustina
Berikut ini bacaan doa pengganti qunut sholat subuh jika tidak hafal 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Buya Yahya menuturkan jika perlunya berpegang pada mazhab agar beribadah tidak penuh keragu-raguan dan istiqomah.

"Perlu kami sampaikan dan perlu kita berpegang dengan mazhab supaya kita tidak gampang terombang-ambing, biarpun setelah itu kita mandang mazhab lain adalah benar, kita ndak perlu menyalahkan, tapi berpegang dengan mazhab itu penting," tuturnya.

Ia juga mengingatkan jika selagi seorang muslim bermazhab Imam Syafi'i maka qunut adalah sunnah.

"Qunut adalah sunnah bukan wajib, tapi sangat dihimbau, maka dalam keadaan apapun hendaknya anda tetap qunut," terangnya.

Bahkan jika tidak hafal doa qunut, Buya Yahya pun memberikan amalan untuk membaca doa yang lain.

"Bahkan jika tidak hafal anda baca doa yang lain, doa apa saja, nama qunut artinya juga mengandung memohon, doa termasuk di antaranya adalah Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar," jelas Buya Yahya.

"Bahkan dia jadi imam pun nggak hafal doa qunut, hafalnya Rabbana atina ya sah-sah saja kok," tambahnya.

"Dan jamaah nggak usah protes saat tahu imamnya nggak hafal, tapi mendapatkan pahala sama, jadi jangan sampai ada yang meninggalkan qunut," tegas Buya Yahya.

Kemudian, Buya Yahya menjelaskan jika kita menjadi makmum di belakang orang yang tidak qunut misalnya berbeda mazhab yang tidak pakai qunut, maka beginilah solusinya.

"Maka disaat anda iktidal, anda baca qunut yang paling pendek, anda baca qunut singkat supaya anda tidak ketinggalan tapi anda secara pribadi qunut, dan ini tidak dianggap melanggar, karena apa? Anda tidak membuat kerjaan yang baru," terangnya.

"Pun anda iktidal setelah anda rukuk sholat subuh rakaat yang kedua samiallahulimanhamidah, imam baca robbana, anda juga baca dipercepat sedikit, anda doa qunut sesaat," sambungnya.

"Dimanapun anda berada mungkin anda dimudahkan untuk umroh Aamiin atau haji Aamiin, kemudian di sana kok tidak qunut, anda tetap qunut di belakangnya tapi sekiranya anda bisa ngejar," jelas Buya Yahya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved