Pilpres 2024

Nelayan Ganjar Rangkul Pelaut Ogan Ilir untuk Jaga Populasi Ikan Air Tawar

edukasi penangkapan ikan ramah lingkungan oleh Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan (Sumsel) dukung Ganjar.

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/handout
Nelayan di dusun II Desa Desa Pematang Bungur Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendapat edukasi penangkapan ikan ramah lingkungan oleh Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan (Sumsel) dukung Ganjar. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Nelayan di dusun II Desa Desa Pematang Bungur Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendapat edukasi penangkapan ikan ramah lingkungan oleh Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan (Sumsel) dukung Ganjar.

Dalam kegiatan tersebut, simpatisan Ganjar Pranowo itu mengajak para pelaut untuk menjaga ekosistem air tawar serta keseimbangan populasi ikan di dalamnya.

Koordinator Wilayah KNP Sumsel Heldi Bagja mengatakan, upaya merawat kelestarian lingkungan air tawar juga berdampak pada keberlangsungan populasi ikan air tawar secara keberlanjutan.

"Sejumlah faktor yang dapat merusak keseimbangan populasi ikan serta sungai, salah satunya adalah penggunaan alat-alat yang dilarang untuk menangkap ikan," kata Heldi Bagja, Rabu (26/7/2023)

Berdasarkan UU Nomor 31 tahun 2009 tentang Perikanan pasal 84, disebutkan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebesar Rp 1,2 miliar.

"Kami memberitahu juga alat tangkap ikan yang tidak diperbolehkan untuk menangkap ikan ada tiga jenis yang pertama setrum, yang kedua bom mini, yang ketiga itu menggunakan racun karena takut mengganggu ekosistem atau keberlangsungan populasi yang ada di sungai ini," katanya.

Keberadaan sungai sangatlah penting. Sebab, sungai menjadi sumber ketahanan pangan dan perekonomian bagi masyarakat.

"Imbaunya untuk masyarakat nelayan setempat, diharapkan berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sungai dan ekosistem ikan air tawar dengan cara menggunakan alat tangkap ikan yang aman," tutur Heldi Bagja.

KNP Sumsel pun menyerahkan alat tangkap yang aman yakni jaring untuk sungai berukuran 3 inci kepada puluhan nelayan di kawasan tersebut.

"Tadi ada nelayan-nelayan yang kami edukasi jumlah 80 orang ini, harapan dari saya tidak ada lagi yang menangkap ikan dengan nyetrum memberikan bom atau racun, atau kalau misalkan ada oknum bukan nelayan dari sini dengan cara-cara yang tidak baik itu bisa ditegur," katanya.

Sofyan (40) salah satu nelayan setempat merasa aksi KNP Sumsel dukung Ganjar ini dapat meningkatkan kesadaran bersama khususnya dalam menangkap ikan di sungai.

"Kami sangat antusias sekali kepada tim relawan kami mengucapkan ribuan terima kasih banyak karena telah datang ke tempat kami ke para nelayan yang ada di sini dan memberikan bantuan. Kami sangat terbantu dan bermanfaat," ungkap Sofyan.

Di sela kegiatan, KNP Sumsel juga menyosialisasikan figur Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024, dengan berbagai program Ganjar yang dinilai pro terhadap nelayan seperti Asuransi Nelayan, Bantuan Solar Subsidi, dan lain-lain.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved