Kerbau Mati Mendadak di Muratara
Khawatir Kerbau Mati di Muratara Terus Bertambah, Bupati Berharap Bantuan dari Pemerintah Provinsi
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni khawatir kasus kerbau mati mendadak di daerah ini terus bertambah.
SRIPOKU.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni khawatir kasus kerbau mati mendadak di daerah ini terus bertambah.
Untuk itu, Bupati Devi berharap Pemprov Sumatera Selatan hingga Pemerintah Pusat turun ke Kabupaten Muratara guna membantu menangani masalah ini.
"Kami minta bantuan dari provinsi dan pusat untuk turun ke Muratara mengecek kondisi kerbau," kata Devi Suhartoni pada TribunSumsel.com, Jumat (19/5/2023) malam.
Menurut dia, bila kerbau mati terus bertambah dari hari ke hari tentu imbasnya akan semakin merugikan masyarakat peternak.
Dia sudah memerintahkan instansi terkait untuk melakukan investigasi terhadap fenomena langka tersebut.
Dikatakan Devi, tim dari Dinas Pertanian dan Perikanan setempat telah turun ke lokasi kejadian untuk mengambil sempel darah dan hati kerbau yang mati.
Sampel darah dan hati kerbau tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Balai Veteriner Lampung untuk diteliti.
"Sekarang kita masih menunggu hasil lab dari Balai Veteriner Lampung untuk mengetahui penyakit yang menyerang kerbau-kerbau itu," kata Devi.
Dia mengimbau masyarakat peternak untuk segera melapor kepada petugas peternakan bila dijumpai ternak yang memperlihatkan gejala-gejala sakit.
"Kita berharap juga agar kerbau yang mati jangan dihanyutkan ke sungai karena akan mengakibatkan masalah lingkungan, sebaiknya dikubur," katanya.
Puluhan Ekor Kerbau Mati
Sebelumnya diberitakan, puluhan kerbau dilaporkan mati mendadak di Desa Rantau Kadam dan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Muratara.
Kejadian itu menggegerkan warga setempat karena puluhan kerbau tersebut ditemukan mati secara bersamaan, tak diketahui penyebabnya.
"20 ekor mungkin lebih, ada yang bilang sudah 30-an, ada yang sakit dulu baru mati, ada yang mati mendadak," kata Kepala Dusun 5 Desa Rantau Kadam, Indra, Jumat (19/5/2023).
Indra mengatakan puluhan kerbau yang sakit hingga mati mendadak tersebut milik beberapa orang peternak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kerbau-di-Muratara-mendadak-mati.jpg)