Covid di Sumsel
Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Meningkat, Per Hari Tambah 1.000, Ini Pesan Kadinkes Sumsel
Di Sumatera Selatan (Sumsel) penambahan kasus covid-19 baru tidak begitu signifikan, dalam sehari di bawah 5 kasus baru.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat, bahkan beberapa hari ini penambahannya hampir 1.000 per hari.
Namun memang rata-rata tidak bergejala atau dengan gejala ringan seperti batuk dan flu atau pilek.
Sedangkan untuk di Sumatera Selatan (Sumsel) penambahan kasus covid-19 baru tidak begitu signifikan, dalam sehari di bawah 5 kasus baru.
"Untuk di Sumsel rata-rata per hari di bawah 5 kasus. Seperti pada tanggal 17 April ada penambahan dua kasus baru," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr H Trisnawarman Mkes SpKKLP dalam podcast Tamu Tribun, Selasa (18/4/2023).
Dokter Trisnawarman menjelaskan, memang Covid-19 ini masih ada, tapi berdasarkan hasil survei di Indonesia kekebalan terhadap Covid-19 sudah mencapai 99,7 persen.
"Jadi kalaupun ada terpapar Covid-19 gejalanya ringan. Bahkan yang positif Covid-19 ada yang tidak bergejala dan paling hanya batuk dan pilek saja," katanya.
Menurutnya, memang karena masyarakat sudah menganggap seperti penyakit biasa jadi banyak yang tidak memeriksakan diri ketika sakit.
Kebanyakan hanya istirahat dan 2-3 hari sembuh.
'Untuk pemudik diimbau tetap jaga kesehatan, terapkan protokol kesehatan (Prokes) dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," pesannya.
Kemudian yang belum vaksin silakan vaksin, jika di fasilitas kesehatan terdekat masih ada vaksinnya karena memang saat ini vaksin sudah habis dan menunggu kiriman dari pusat.
"Harapannya Covid-19 ini sudah selesai di Indonesia maupun di dunia. Walaupun ada hanya endemi, seperti dengan gejala batu dan pilek biasa. Untuk itulah karena gejalanya ringan masyarakat terbilang cuek," katanya.
Dapatkan berita terkait dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-di-sumsel-1.jpg)