Mutiara Ramadan

Mutiara Ramadan: Momen Ramadan yang Paling Dirindukan

Berbuka puasa bersama merupakan kegiatan yang sangat dinantikan dalam bulan Ramadan, setelah berpuasa seharian berbuka membatalkan puasa bersama

|
Editor: Bejoroy
Capture Sriwijaya Post
Bela Wahyuni (Lembaga Kajian dan PDL Yayasan Izzatuna Palembang) 

Oleh: Bela Wahyuni
(Lembaga Kajian dan PDL Yayasan Izzatuna Palembang)

BERCERITA sedikit, momen Ramadan yang paling dirindukan, diawali dengan momen pawai obor di kalangan masyarakat sebagai bentuk kegembiraan (tarhib) karena maklum saja, sudah dua tahun terakhir ini kegiatan pawai obor yang selalu dilakukan mengelilingi komplek perumahan warga, bersholawat kepada Rasullulah dan menyambut bulan Ramadan terganjal Covid-19, dan tahun ini kembali marak. Gembira bercampur haru, itulah yang dirasakan masyarakat menyambut bulan yang agung dan pernuh kekeluargaan ini.

Momen Ramadan lain yang paling dirindukan adalah dibangunkan sahur, biasanya ketika kecil dibangunkan oleh ibu dan sahur bersama keluarga, sekarang sudah tinggal di asrama dan bertugas membangunkan sahur siswa, sahur dilakukan bersama rekan kerja dan siswa, meskipun sahur jauh dari keluarga tetapi teman-teman sudah seperti keluarga sendiri sedikit mengobati kerinduan terhadap keluarga.

Berbuka puasa bersama merupakan kegiatan yang sangat dinantikan dalam bulan Ramadan, setelah berpuasa seharian berbuka membatalkan puasa bersama orang tersayang merupakan momen yang sangat dinantikan.

Kegiatan lain yang dilakukan adalah tadarus Al-Qur’an dan sholat tarawih bersama. Salah satu keistimewaan dalam bulan ramadhan adalah sholat tarawih bersama setelah sholat isya. Sholat sunah tarawih bersama dimasjid. Semua rangkaian ibadah itu dilakukan dengan ikhlas sehingga tak ada beban yang dirasakan, yang ada hanyalah kenikmatan sebagai bentuk syukur.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Namun satu hal yang paling menarik di Ramadan, bulan ini mendorong kita semua untuk belajar. Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk belajar di bulan ini, diantaranya dorongan reward pahala yang banyak.

Seseorang akan lebih rajin beribadah ke masjid atau di rumah jika datang bulan Ramadan. Hal ini merupakan latihan untuk mengubah diri pada aspek sikap sehingga dapat bersikap lebih baik. Kesalehan tidak hanya aspek ritual, tetapi juga aspek sosial.

Selain itu, larangan-larangan yang ada di bulan Ramadan menjadi faktor terjadinya perubahan pada diri seseorang. Namun yang perlu diingat adalah Ramadan merupakan proses untuk berlatih melakukan perubahan. Latihan tersebut selayaknya akan menjadi kebiasaan dan terbawa setelah selesai bulan Ramadan. 30 hari bulan Ramadan merupakan proses mendidik dan belajar hingga akan terlihat keberhasilan proses Pendidikan setelah selesai bulan Ramadan.

Proses perubahan pada diri seseorang juga dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Konsep pembelajaran misalnya, belajar yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ada kondisi eksternal manusia yang mendorong manusia itu belajar.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Tetangga yang sering pergi ke masjid lewat jalan depan rumah mendorong untuk ikut juga pergi ke masjid. Dibulan Ramadan semakin banyak orang yang pergi ke masjid sehingga tersuasana untuk ringan pergi ke masjid. Dalam kondisi ini, kondisi eksternal yang mendorong seseorang untuk belajar dan mengalami perubahan. Suasana ini yang dirindukan banyak orang, yang tak pernah dijumpai di luar Ramadan.

Rindu sama-sama ingin menjadi baik, rindu ingin meningkatkan kesalehan, dan rindu untuk menuju ketaatan. Faktor internal dan eksternal mendorong seseorang untuk menjadi lebih baik. Ramadan membawa perubahan yang kompleks dan semua rindu ingin belajar.

Dari banyak penelitian dan kajian, ternyata keinginan dan kerinduan untuk belajar di Ramadan sangat tinggi. Misal, di mesin pencarian google atau disebut SEO, singkatan dari Search Engine Optimization yang merupakan teknik yang digunakan untuk optimisasi suatu website dengan tujuan memudahkan mesin pencari untuk menemukan halaman/website dan menempatkan di halaman pertama di mesin pencari dengan keyword yang ditentukan oleh user, ternyata indeks pencarian tertinggi adalah terkait konten bagaimana niat puasa, mandi junub, niat sahur dan lain-lain.

Disisi lain, taklim atau majelis ilmu setiap shalat fardhu di setiap masjid selama Ramadan selalu penuh. Momentum inilah yang paling dirindukan, diantara monetum lainnya. Allahu 'alam. (*)

Update COVID-19 24 Maret 2023.
Update COVID-19 24 Maret 2023. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved