Cegah Stunting Bersama Kakak Asuh, Harapkan Sumsel Zero Stunting demi Tingkatkan Daya Saing Global

Berbincang dengan tamu Sripo dengan tema Cegah Stunting Bersama Kakak Asuh, Harapkan Sumsel Zero Stunting Demi Meningkatkan Daya Saing Global

Penulis: Siti Umnah | Editor: pairat
Handout
Pengusaha Sumsel sekaligus Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Ir Hj Lucianty SE dan Presiden Rotary Club of Palembang Rtn Andy Gunardi didapuk sebagai kakak asuh dalam upaya pengentasan stunting di Sumsel saat diundang di Graha Tribun Sumsel yang juga dihadiri Sekretaris BKKBN Sumsel H Mukmin mewakili Kepala BKKBN Sumsel, dan dilakukan secara simbolis penyematan jaket kepada dua kakak asuh di Sumsel Lucianty dan Andi.  

Q : Mas Andi program 2023 dari Retory tentang stunting ini seperti apa?

Pertama, kami akan melanjutkan ke daerah lain yang memang secara data potensi stuntingnya tinggi.

Kedua, kita mau bangkitkan kesadaran bahwa stunting ini satu prioritas untuk anak-anak generasi muda ke depan bahwa dengan semakin bnyk orang yg tahu kita bisa sharing via medsos.

Harapannya yang mengerjakan ini tuh bisa bergandengan tangan dan semakin banyak dan berbarengan karena momentumnya tidak bisa bergantian tapi kalau bisa barengan masing-masing ambil peran untuk pencegahan stunting.

Baca juga: Dapati Balita Usia 4 Tahun Alami Stunting, Urdokkes Polres Pagar Alam Lakukan Baktikes dan Baksos

Q : Pak Andi dampak dari stunting sendiri seperti apa sehingga pemerintah pusat bisa turun tangan untuk menyelesaikan stunting?

Kalau dari info pak Mukmin, dampak paling nyata secara fisik memang pendek yang kedua adalah daya tangkap anak, itu yg akan berdampak ke depan ketika anak generasi muda akan bersaing di dunia kerja ke going global daya tangkap kita jadi kalah.

Seiring berjalannya waktu daya saing bangsa Indonesia bisa ketinggalan dalam banyak hal karena investasi kita di anak mudanya rendah dengan adanya stunting ini.

Baca juga: Pusri Dukung Gerakan Cegah Stunting

Q : Harapan Mas Andi kira-kira stunting bisa berkurang nggak?

Kita optimis sekali, yang pertama do action aja memang angka progres masih banyak hal selain gizi kita juga perlu bersama-sama melakukan perbaikan lingkungan, kesejahteraan ekonomi warga juga.

Jadi kalau merekrut kakak asuh bisa saja ribuan, tapi kita mencari yang mau berkomitmen bersama-sama.

Baca juga: Ketua TP PKK SU 2 Palembang Sebut Program GEROBOK SUDU Sukses Tekan Angka Stunting Secara Signifikan

Q : Terakhir apa harapan dari ketiga tamu Sripo untuk pencegahan stunting di provinsi Sumsel?

Pak Mukmin : Harapan kita untuk mengatasi keluarga yang bersatus stunting tadi sebaiknya kita berupaya keluarga kita jangan sampai kekurangan gizi.

Usahakan hidup bersih dan sehat, gizi itu tidak harus mahal. Mudah-mudah gizi yang cukup lingkungan yang bersih, keluarga yang staunting bisa tertuntaskan.

Ibu Lucianty : Saya menghimbau kepada para pengusaha dan komunitas marilah kita sama-sama stunting ini PR bersama, ini bagian dari masa depan bangsa kita kita tidak bisa bayangkan kalau anak-anak kita ini jadi anak yang tidak baik seperti daya tangkapnya kurang sehingga tidak bisa bersaing.

Pak Andi : Kesempatan kali ini kita mengajak masyarakat Indonesia terutama di Sumsel untuk peduli apapun yang kita punya kita harus peduli dengan staunting karena generai kita sekarang inilah yang menyiapkan masa depan bangsa kita.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved