Apa Benar Orangtua Membentak Anak Bisa Membunuh Sel-sel di Dalam Otak Anak ?

Sebuah unggahan video menyebutkan bahwa orangtua yang membentak atau memarahi anaknya membunuh lebih dari satu miliar sel-sel otak.

Photo by August de Richelieu/Pexels
FOTO ILUSTRASI -- Ramai soal Membentak Anak Bisa Membunuh Sel-sel Otak, Benarkah? Ini Penjelasannya 

SRIPOKU.COM -- Belum lama ini ramai di media soal TikTok sebuah video mengenai bahaya dibalik bentakan yang dilakukan orangtua kepada anaknya.

Dalam video yang diunggah akun @hey.tessss pada Kamis (2/3/2023) lalu ini disebutkan jika orangtua membentak anak maka hal tersebut berpotensi membunuh lebih dari satu miliar sel-sel di dalam otak sang anak.

Dalam postingannya, sang pemilik akun menulis, "Wah… udah ga keitung berapa miliar sel otak yg udah mati kalau gitu. Udah gitu, masih ada aja orang-orang yang membela dan mendukung didikan keras orang tua buat anaknya."

Lantas, benarkah bentakan orangtua kepada anak membunuh sel-sel yang ada di dalam otak sang anak ?

===

Penjelasan psikolog

Saat dikonfirmasi, psikolog anak dari Unika Soegijapranata Semarang, Christin Wibhowo membenarkan hal tersebut.

Saat anak dibentak imbuhnya, akan memunculkan rasa takut dalam diri anak tersebut yang dampaknya bisa merusak sel otak anak.

"Iya, membentak atau memarahi anak hingga membuat mereka takut itu bisa membunuh sel-sel otak anak," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/3/2023).

Rasa takut yang muncul itu kemudian membuat adanya hormon kortisol dalam tubuh.

Kortisol adalah hormon yang diproduksi pada kelenjar adrenal yang biasanya akan muncul ketika anak sedang berada di bawah ancaman, tekanan, atau stres.

"Hormon kortisol itu bisa aktif saat seseorang stres, berada di bawah tekanan, diancam, dan ditakut-takuti," ungkapnya.

Saat hormon kortisol aktif, maka itu dapat memutus hubungan sel-sel otak yang harusnya terhubung satu sama lain.

Akibatnya, hal tersebut bisa membuat anak menjadi tidak percaya diri, bodoh karena kurang stimulasi, mudah takut, yang semua itu bisa berpengaruh juga pada fisik anak tersebut.

Emosi orangtua seringkali tidak terkontrol dan semakin menjadi tatkala menghadapi tingkah anaknya.
Emosi orangtua seringkali tidak terkontrol dan semakin menjadi tatkala menghadapi tingkah anaknya. (SRIPOKU.COM/HERWIS)

===

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved