Benarkah Olahraga di Dalam Ruangan Yang Ada AC Tidak Maksimal ?

Saat berolahraga, tubuh biasanya akan terasa panas dan mengeluarkan keringat. Tak heran, olahraga di tempat dingin atau ruangan ber-AC menjadi pilihan

Photo by Andrea Piacquadio/Pexels
FOTO ILUSTRASI -- Benarkah Olahraga di Tempat Dingin atau Ber-AC Akan Sia-sia? 

SRIPOKU.COM -- Aktivitas berolahraga akan membuat suhu tubuh meningkat dan tubuh terasa panas serta mengeluarkan air keringat.

Nah, kondisi ini biasanya akan membuat sebagian orang lebih memilih untuk berolahraga di dalam ruanganketimbang di luar ruangan.

Namun, muncul anggapan jika berolahraga di dalam ruangan, terutama yang menggunakan pendingin udara atau AC akan membuat olahraga menjadi tidak maksimal.

Seperti warganet Twitter ini, menanyakan kebenaran apakah olahraga di dalam ruangan ber-AC adalah sia-sia.

"Emng bener klo olahraga di tempat yang dingin atau ber ac bakalan sia sia?" tanyanya, Minggu (5/3/2023).

Lantas, benarkah sia-sia jika berolahraga di tempat dingin?

===

Tidak sia-sia, asal tetap bergerak

Spesialis kedokteran olahraga dari Slim + Health, Sports Therapy, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Pusat, Michael Triangto menjelaskan, olahraga di tempat dingin akan sia-sia adalah asumsi yang salah.

"Kalau berasumsi seperti itu berarti dia beranggapan olahraga itu harus berkeringat. Kalau tidak berkeringat berarti tidak berolahraga. Ini salah," ujar Michael, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/3/2023)

Michael melanjutkan, keringat dihasilkan apabila seseorang melakukan olahraga cukup berat, serta cukup cairan dalam tubuh.

Apabila kurang minum dan cairan dalam tubuh tak mencukupi, maka dia tidak akan keluar banyak keringat selama berolahraga.

Keluarnya keringat juga dipicu jenis olahraga yang dilakukan.

Misalnya, jenis olahraga akuatik seperti renang, menurut Michael, tentu tidak akan menghasilkan keringat.

Bukan hanya itu, pengaruh cuaca, termasuk suhu di dalam ruangan, turut menjadi penyebab ada atau tidaknya keringat.

"Hal yang sama terjadi saat olahraga di udara dingin atau berangin, disebut tidak berolahraga, salah. Itu tetap membakar kalori, yang penting bergerak," terangnya.

Rizki, salah satu perwakilan dari Sumatera Selatan yang bertanding di cabang olahraga Cardfight! Vanguard dalam gelaran FORNAS VI.
Rizki, salah satu perwakilan dari Sumatera Selatan yang bertanding di cabang olahraga Cardfight! Vanguard dalam gelaran FORNAS VI. (SRIPOKU.COM/AHMAD SADAM HUSEN)

===

Cara mengukur olahraga sudah cukup atau belum

Michael menegaskan, keringat bukanlah patokan apakah olahraga yang dilakukan sudah cukup atau tidak.

Cara mengukur kecukupan olahraga, menurutnya, harus dilihat dari tujuan melakukannya.

Pertama, olahraga bertujuan untuk pertandingan dan memenangkan piala, maka dikatakan cukup apabila berhasil mengantongi piala.

"Yang dikejar bukan sehat, tetapi piala. Kalau menang berarti latihannya bagus, kalau kalah berarti latihannya kurang," kata dia.

Kedua, apabila olahraga bertujuan untuk kesenangan, maka rasa senang saat menjalani kegiatan ini harus menjadi patokan.

Ketiga, berolahraga dengan tujuan kesehatan.

Michael menjelaskan, tujuan ini diukur dari seberapa jauh berubahnya tingkat kesehatan.

"Dulu jarang olahraga sering pusing, sekarang (setelah berolahraga) tidak. Dulu tensi tinggi, sekarang sudah bagus, terkontrol," tuturnya.

"Dengan demikian, kita tidak pernah melihat keringat sebagai ukuran," lanjutnya.

Michael menerangkan, agar olahraga untuk kesehatan aman dan tetap membuahkan hasil, penting untuk mengetahui detak jantung saat berolahraga.

Berikut rumus menghitung detak jantung saat berolahraga:

  • 220 - usia (dalam tahun)

Sebagai contoh, apabila saat ini berusia 20 tahun, maka detak jantung 100 persen adalah 220-20=200 kali denyutan per menit.

Batas minimal adalah 60 persen, maka 60 persen dikali 200, hasilnya 120 kali denyutan per menit.

Sementara batas maksimal adalah 80 persen, sehingga 80 persen dikali 200, hasilnya 160 kali denyutan per menit.

"Jadi berapa range olahraganya? Antara 120 sampai 160 kali denyutan per menit. Kalau lebih dari 160 itu kelebihan. Kalau kurang dari 120, itu tidak ada gunanya," jelas Michael.

"Itu baru kita katakan tidak ada gunanya kalau kita berlatih kurang dari batasan minimal," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Olahraga di Tempat Dingin atau Ber-AC Akan Sia-sia?"

===

Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved