Wawancara Eksklusif
Bupati PALI Heri Amalindo akan Maju di Pilgub Sumsel 2024, Menjalani Proses dengan Filosofi Berkebun
Bupati PALI Heri Amalindo maju mencalonkan diri di Pilgub Sumsel 2024 di wawancara eksklusif dengan membawa filosofi berkebun.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Sudarwan
Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Provinsi Sumsel, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan 2 Periode, Ir H Heri Amalindo secara terang-terangan mengungkapkan keinginannya maju di Pilgub Sumsel 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan Heri Amalindo saat wawancara eksklusif dengan Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti.
Heri Amalindo mengungkapkan niat baiknya untuk maju mencalonkan diri di Pilgub 2024 dengan membawa filosofi dari berkebun.
Berikut wawancara eksklusif selengkapnya.
***
Apa yang membuat Anda percaya diri untuk maju mencalonkan diri di Pilgub Sumsel 2024?
Percaya diri atau tidak percaya diri itu tergantung dari apa yang kita lakukan.
Apa yang saya lakukan ini adalah bagian dari proses, kalau saya tidak melakukan apa-apa dan hanya berdiam diri di rumah tapi mau maju di Pilgub Sumsel 2024, itu baru dinamakan percaya diri.
Selain itu, ini kan baru ajang silahturahmi dan roadshow bagi saya untuk memperkenalkan diri.
Apa alasan yang membuat Anda yakin untuk maju di Pilgub Sumsel 2024?
Saya kira sudah cukup pengalaman di dunia politik di antaranya anggota Partai PDI Perjuangan, Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sumsel, mantan Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Kabupaten Banyuasin, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Pj Bupati PALI dan Bupati PALI 2 Periode.
Selain itu, saya juga mengikuti kata hati untuk maju mencalonkan diri di Pilgub Sumsel 2024.
Setelah maju, baru kita berpikir kira-kira mampu tidak menjadi seorang gubernur dengan wilayah yang kita pimpin lebih besar, penghasilan sumber daya alam sangat tinggi dan masyarakatnya juga yang heterogen.
Saya mencoba untuk mensinergikan 17 kabupaten/kota yang ada di Sumsel ini karena 'habitat' saya dari Dinas PU.
Bermodalkan inilah, PALI yang saat itu infrastruktur jalan masih 13,8 persen, listrik tidak ada, air minum yang kurang bersih kami benahi sehingga infrastruktur kurang dalam 2 tahun waktu periode pertama setidaknya jalan sudah 80 persen dan sudah bisa dilalui oleh mobil sedan.
Bagaimana Anda bisa yakin semua daerah bisa dijaga kantong suara Anda dan yakin akan ada dimana saja?
Jika berbicara tentang daerah mana saja yang berpotensi menjadi kantong pemenangan, maka paling tepat berbicara seperti ini nanti pada 14 Februari 2024.
Untuk sekarang belum pas disampaikan karena kita akan melihat dulu melalui survei dari partai mana saja dan legislatif, baru kita bisa berbicara "oh kantong-kantong suara ada di daerah A B C D".
Walaupun secara praktek tidak pas, tapi setidaknya dari survei itu bisa memprediksi.
Tentunya juga berbicara tentang survei hingga saat ini kita belum melakukan survei.
Makanya sekarang kami silahturahmi dulu untuk perkenalkan diri kita, dengan harapan bisa menaikkan eskalasi, popularitas atau elektabilitas kita dulu.
Adakah komunikasi dengan pak Herman Deru selaku Gubernur Sumsel yang pastinya akan maju sebagai Petahana?
Kami menyadari sebagai bupati, kami adalah anak buahnya pak gubernur.
Jadi ada perintah dari pak gubernur untuk berhenti dulu dan mencalonkan diri lagi maka kami harus ikuti itu.
Secara kedinasan, kami harus tetap hormat kepada beliau karena beliau adalah atasan saya dan itu tidak bisa dihindari.
Tapi kalau konspirasi ini kan namanya demokrasi. Dan ini pun masih jauh masih dalam perjalanan.
Artinya semua kemungkinan bisa terjadi.
Kami sekarang datang tidak dengan popularitas dan elektabilitas, toh akhirnya nanti saat di survei kalau popularitas kami kurang, elektabilitas kami kurang ya ngapain kami mencalonkan diri.
Tapi kalau sekarang PDnya ya PD untuk berjalan dulu.
Baca juga: Abah Toyib Meninggal Dunia, Bupati PALI Heri Amalindo Kenang Jasanya Semasa Hidup
Sudah ke partai mana aja yang dikunjungi?
Partai yang mengusung belum ada sampai sekarang karena ini sifatnya silahturahmi.
Setelah 14 Februari 2024 Pileg, baru kami bisa voting mana partai-partai yang akan mengusung kita.
Dan kami memilih pendekatan melalui media sosial, karena zaman sekarang ini medsos inilah yang bisa memperkenalkan kita secara cepat.
Kalau dulu kan harus cetak, datangi beberapa tempat, ngumpulin orang. Tapi kalau sekarang pendekatannya beda.
Tapi kami juga menyadari untuk melakukan kombinasi, cara yang lama dengan cara zaman sekarang juga harus digunakan.
Karena kalau tidak pesannya nanti bisa tidak sampai ke beberapa titik.
Biaya untuk maju di Pilgub kisaran berapa berdasarkan pengalaman waktu di Kabupaten?
Kisaran kita lihat dulu berapa banyak partai yang mengusung kita, biaya mereka bekerja, untuk saksi. Untuk kegiatan kampanye.
Ya saya kira untuk gubernur 100-150 M paket hemat.
Jadi jangan menghabiskan biaya yang fantatis karena kalau dari awal saja sudah fantastis, ya nanti ke depannya mau gimana.
Dari PDI Perjuangan sendiri gimana? Apakah sudah ada pesan melalui sekjen atau langsung Ibu Megawati?
Kalau dari PDI Perjuangan, walaupun dia mengusung kader tapi pada akhirnya dia akan melihat lagi, bagaimana popularitas dan elektabilitas kadernya.
Dan semua itu kalau di PDI Perjuangan tegak lurus. Artinya instruksi dari Ibu Megawati, itu yang kami pegang.
Jadi terlalu dini kalu kami bilang kami didukung oleh PDI Perjuangan, walaupun kami sendiri dari Partai PDI Perjuangan.
Jadi kita tetap berjalan, PDI Perjuangan akan melihat nanti.
Kalau kita layak dan pantes ya kenapa tidak PDI Perjuangan mendukung kadernya.
Proses inilah yang sedang kami jalankan sehingga PDI Perjuangan bisa melirik kita "oh ini kader kita layak, pantas dan mampu kenapa kita ndak usung". Nah ini yang kita kejar.
Jadi pernyataan resmi tentu belum ada tapi paling tidak sounding melalui Ketua DPD melalui Giri atau bagaimana?
Ya sama. Artinya dari partai minta kita untuk silahkan kader PDI Perjuangan ini kejar dulu popularitas dan elektabilitas. Kemudian tetap tegak lurusnya dari ibu Mega.
Partai PDI Perjuangan ini kan banyak, survei selalu teratas. Apakah itu juga yang membuat Pak Heri sangat yakin dan tinggal menggandeng dari partai mana kalau misalkan Bu Mega setuju anda maju?
Ini berandai andai. Ini artinya mencari wakil. Tentu kita sendiri belum tahu diusung atau tidak.
Tapi kalau andai kita diusung, pastinya kita berkolaborasi.
Nah ini akan kita lihat lagi di saat Pileg nanti.
Kalau PDI Perjuangan bisa mengusung sendiri ya kenapa tidak dari kader yang diusung.
Tentunya untuk menentukan wakil harus berkolaborasi.
Komunikasi dengan partai yang pas yang cocok sebelum jadi dan setelah jadi.
Artinya kebanyakan kita ini sebelum jadi harmonis, setelah jadi agak kurang harmonis.
Inilah yang perlu pengkajian sehingga jangan sampai terjadi hal seperti ini.
Tapi ini masih banyak waktu untuk menentukan siapa yang mengusung siapa yang wakil.
Itu pejalanan yang harus dijalani dulu.
Politik ini kan dinamis, mungkin tidak pak Heri Amalindo berpasangan dengan pak Herman Deru?
Semua mungkin terjadi. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sambil berjalan bisa.
Ini kan poliitk kita juga partai pokok kalau memberi instruksi untuk berpasangan ya pasti berpasangan.
Kenapa harus paksakan kalau kita tidak mampu.
Mungkinnya itu banyak variabel yang harus memadukan kami berpasangan, setelah kita lihat Pileg kemungkinan selalu ada.
Jadi untuk sekarang tidak perlu baperan dulu. Siapapun yang orang terbaik di Sumsel silahkan lah kita silahturahmi, bertemen.
Jangan kita terkotak dan terpecah hanya karena anggapan "pak Heri nak maju".
Tapi ayo ngobrol ngopi karena siapapun yang mau maju dan berapapun kandidat yang jadi itu pasti cuma satu.
Jadi tidak harus ribut-ribut. Kita masing-masing punya Qada dan Qadar (takdir).
Ini kan hanya bagian dari ikhtiar dan usaha yang menentukan itu Tuhan.
Kita ambil filosofi berkebun.
Orang bekebun itu biasanya orang yang sabar.
Kadang baru saja panen tapi hasil panennya dimakan semut, serangga, belalang.
Sedangkan untuk berkebun itu kita harus rajin dan tertib dan cermat.
Habis menanam pun meskipun dengan bibit yang bagus, tapi harus dirawat, dijaga, dipelihara. Bila perlu disemprot pestisida.
Itu pun kadang masih ada yang dimakan oleh serangga.
Begitu juga dengan seorang pemimpin. Harus sabar dalam menjalani setiap prosesnya sebelum menjadi pemimpin.
Dan ketika sudah jadi pemimpin juga harus tetap menjaga agar supaya bisa membawa daerah yang dipimpinnya ini lebih maju dan berkualitas.
Apa makna di balik nama seorang Heri Amalindo?
Saya lahir di Lahat, Provinsi Sumsel pada 24 September 1963 silam.
Tahun itu merupakan tahun dimana Indonesia tengah menghadapi situasi konfrontasi dengan Malaysia.
Nama Amalindo disematkan ayah saya untuk mengenang adanya kondisi konfrontasi tersebut.
Amalindo sendiri merupakan singkatan dari Atase Malaysia Indonesia.
Ayah saya seorang polisi.
Ketua Bapilu PKN Sumsel Haqqul Yakin Calegnya Lolos di Pileg 2024 dan Usung Lucianty Jadi Cabup Muba |
![]() |
---|
Ketua Bapilu PKN Sumsel H.M Albahori Bicara Tentang Peluang Parpol Baru di Pileg 2024 |
![]() |
---|
Sekda Kota Palembang Bersama Kapolrestabes Palembang Bersinergi Berantas Tawuran Remaja di Palembang |
![]() |
---|
Klarifikasi Bupati Muratara Devi Suhartoni Marah-Marah Saat Sidak Proyek Jalan di Ulu Rawas |
![]() |
---|
KMS H Halim Rutin Salurkan Sembako di Tanggal Segini Saat Ramadan, dengan Catatan Tak Ada Antrean |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.