Dinas Pariwisata Kepri

Putih Telur Perekat Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat

Pulau Penyengat yang berada di Kepulauan Riau saat ini menjadi daya tarik luar biasa dan tujuan wisata bagi wisatawan

|
Editor: Yandi Triansyah
handout
Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat. 

Sebab itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sangat fokus dalam melakukan pembenahan agar destinasi wisata tersebut lebih menarik lagi.

"Pak Gubernur sangat menginginkan, Pulau Penyengat menjadi wisata yang lebih baik lagi. Maka banyak penataan yang akan dilakukan," ucapnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, bahwa ia sudah meninjau langsung beberapa titik pekerjaan di Pulau Penyengat ini. Menurutnya Pekerjaan sudah selesai dan hasilnya baik.

"Alhamdulillah kemarin saya keliling, pekerjaannya sudah selesai dengan bagus. Saat ini tinggal menyelesaikan revitalisasi masjid. Karena ini tidak gampang urusannya. Catnya saja kita impor dari Jerman, ini rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Karpetnya juga kita pesan dari Turki. Mudah-mudahan 2 atau 3 minggu lagi ini selesai," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pulau Penyengat atas dukungan dilaksanakannya pekerjaan tersebut.

Ia berharap dengan kondisi yang ada sekarang, masyarakat ikut menjaga kebersihan pulau, minimal mulai dari halaman rumahnya masing-masing.

"Agar tidak kembali semrawut, juga kita harapkan adanya pengawasan, jangan ada lagi yang bangun itu kios-kios yang atapnya sampai ke jalan. Pak Camat dan Bu Lurah bantu awasi ini, saya pun ikut mengawasi," kata Gubernur Ansar.

Gubernur pun mengungkapkan rencananya begitu seluruh Pulau Penyengat selesai proses revitalisasinya. Seperti pembentukan Badan Pengelola dan perekrutan tenaga kebersihan.

"Melalui Badan Pengelola itu nanti kalau ada tamu-tamu datang bisa difasilitasi. Kita juga akan segera merekrut 15 orang tenaga, nanti dikoordinir oleh Dinas PUPP. 12 orang sebagai tenaga kebersihan, 2 orang khusus menangani lampu-lampu, dan 1 orang untuk utusan kebersihan masjid," ungkap Gubernur.

Selain Pulau Penyengat, Pulau Bintan yang berada disekitarnya juga menjadi salah satu dari destinasi wisata primadona di Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau Bintan dinilai sangat potensial untuk mengembangkan sentra wisata belanja dan cross border tourism, seperti dikutip dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Cerahnya masa depan pariwisata di Pulau Bintan juga dapat dilihat dari data kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain wisata belanja, Pulau Bintan juga memiliki potensi besar di bidang bahari, budaya, sejarah, edukasi dan religi. Kelima kategori ini merupakan paket lengkap yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Bintan.

Ada beberapa destinasi wisata unggulan di Pulau Bintan yang potensial untuk menggaet minat wisatawan mancanegara maupun domestik. Sebut saja di luar Pulau Penyengat ada Treasure Bay, Vihara Seribu Wajah, Danau Biru Kawal, Bintan Mangrove dan lainnya.

Sebelumnya, Kepala BPPW Kepri Fasri Bachmid menyampaikan, untuk pekerjaan lanjutan di tahun anggaran 2023, Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar lebih kurang Rp 43 miliar. (als)

Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.
Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. (handout)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved