Dinas Pariwisata Kepri

Putih Telur Perekat Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat

Pulau Penyengat yang berada di Kepulauan Riau saat ini menjadi daya tarik luar biasa dan tujuan wisata bagi wisatawan

|
Editor: Yandi Triansyah
handout
Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat. 

"Namun, karena telor itu terlalu banyak, dan tidak habis di makan. Maka pekerjanya hanya memakan Kuning telor saja. Jadi putihnya dibuang," katanya.

Namun, seorang arsitek pembangunan yang melihat putih telur dibuang begitu saja, memberikan ide menfaatkannya. Jadilah putih telur sebagai campuran perekat pengganti semen.

Sang arsitek tersebut langsung mempraktekan dengan mencampur bahan pasir, tanah liat, kapur dan putih telor. Hasilnya pun memuaskan hingga menghasilkan suatu perekat yang sangat kuat. Sehingga digunakanlah putih telur itu untuk membangun Masjid penyengat ini.

“Jadi kalau orang Singapura menanyakan kalau dia lihat kita punya paspor dari Pulau Penyengat jika berkunjung ke sana, pasti mereka sebut kita dari Masjid Telor,” kata Raja Al Hafiz.

Sumur Tua Ajaib

Berikutnya, selain masjid, beberapa makam juga salah satu objek wisata. Makam tersebut merupakan makam para raja, makam Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

"Nah untuk Balai Adat ini merupakan salah satu kunjungan wisatawan yang ramai juga dikunjungi, karena di bawah balai adat itu ada sumur tua," ungkapnya.

Banyak yang mengatakan bahwa sumur tua tersebut ajaib, sebab airnya tetap tawar meski berada di dekat pantai. Selain itu air sumur tua ini juga bisa diminum langsung.

"Jadi beberapa tempat wisata inilah tempat-tempat wisata yang di kunjungi oleh wisatawan. Baik Mancanegara dari Singapura, Malaysia. Wisatawan lokal Batam, Tanjungpinang, Bintan dan dari seluruh Indonesia sudah sampai ke sini," jelasnya.

Dengan keberadaan Masjid Sultan Riau Penyengat dan objek wisata lain, kiranya Pulau Penyengat layak menjadi tujuan wisata religi dan sejarah bagi wisatawan, khususnya dari Pulau Sumatera, lebih khusus berasal dari Sumatera Selatan untuk berkunjung ke Tanjung Pinang.

Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.
Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. (handout)

Dengan semakin banyaknya orang yang menjadi Tanjung Pinang Raja Al Hafiz juga mengaku, sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang telah peduli terhadap Pulau Penyengat. Sebab Pulau Penyengat telah dibuat salah satu Pusat Destinasi Wisata unggulan di Kepri.

Selain itu, di Pulau Penyengat juga telah dilakukan pembangunan jalan dan renovasi masjid oleh Pemerintah Provinsi Kepri yang dipimpin Ansar Ahmad yang sudah peduli kepada Pulau penyengat ini.

"Maka dari itu kami selaku tetua adat Pulau Penyengat sangat berterimakasih atas kepedulian Pemerintah untuk memajukan Pulau Penyengat dan menjadikan destinasi wisata unggulan di Kepri," tutupnya.

Sedangkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mokhrizal menyebutkan, Pulau Penyengat selain wisata religi, banyak sejarah yang ada di sana.

"Apalagi pulau kebanggan masyarakat Tanjungpinang khususnya, juga sudah dinobatkan sebagai cikal bakal lahirnya bahasa Indonesia," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved