Opini: Sekat Bakar dan Kebakaran Hutan
MASUKNYA musim kemarau, menjadi tantangan tersendiri bagi semua orang, dimana bencana kebakaran mungkin saja terjadi karena perubahan suhu udara,
Oleh: Antoni Anwar
(Praktisi/Fire Spesialist)
SRIPOKU.COM -- MASUKNYA musim kemarau, menjadi tantangan tersendiri bagi semua orang, dimana bencana kebakaran mungkin saja terjadi karena perubahan suhu udara, yang pada akhirnya akan dapat menyebabkan terjadinya kebakaran, begitu juga bagi unit usaha yang bergerak disektor kehutanan dan perkebunan harus sangat konsen terhadap hal tersebut sehingga antisipasi dan tindakan yang dialakuanmemang harus benar-benar tepat.
Menurut pengamatan penulis saat ini ada tiga tindakan secara umum yang dilakukan saat terjadi Karhutla. Pertama mMenyikapi bahwa ini adalah tantangan untuk bergerak lebih maju untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Kedua, apatis dan merasa ini bukanlah hal yang permanen akan terjadi pada unit usaha tersebut, dan yang terakhir adalah mencoba melakukan manuver- manuver perbaikan yang sifatnya hanya melengkapi ataupun sekedar memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apa yang disimpulkan diatas dapat dianalisa dari berbagai bentuk strategy-strategy usaha yang dilakukan oleh Unit Usaha untuk melakukan persiapan baik sebelum maupun sesudah terjadinya kebakaran baik terhadap Hutan maupun Lahan. Menurut pemikiran penulis mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini ada dua upaya yang harus dilakukan untuk mencegah agar tidak terulangnya kebakaran hutan dan lahan upaya tersebut adalah Pencegahan danupaya Penangulangan kebakaran, Pencegahan dan upaya Penangulangan kebakaran dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah strategy-strategy yang harus dilakukan.

Ada banyak strategy yang dilakukan didalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, sebagaimana kita ketahui para pakar menyampaikan secara lugas dan gamblang apa saja tindakan yang dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, tetapi pada kesempatan kali ini penulis lebih akan membahas bagaimana penanggulangan api pada saat terjadi kebakaran.
Didalam Proses penanggulangan kebakaran ada dua kategori : 1). penanggulangan kebakaran dalam skala kecil dan 2). Penanggulangan Kebakaran dalam skala besar dan meluas. Terlepas dari kedua hal tersebut diatas proses Penanggulangan kebakaran adalah: a. Penyampaian Informasi kebakaran (tempat dan waktu serta informasi- penting lainnya), b. mempersiapkan anggota dan Peralatan yang akan digunakan, kemudian Tehnis Pemadaman, c. didalam tekhnis pemadaman ini biasanya lebih banyak menekanankan kepada strategy-strategy bagaimana untuk memadamkan dan mencegah meluasnya sebaran api, salah satunya adalah metoda pembuatan Sekat Bakar
Sekat Bakar sendiri adalah sebuah proses mengeliminasi lokasi kebakaran dengan membuat sekat antara lahan yang sudah terbakar dengan lahan yang belum terbakar. Atau dengan kata lain sekat bakar adalah sebidang tanah berbentuk jalur yang dibersihkan dan berfungsi memisahkan antara areal yang diperkirakan sebagai sumber datangnya api dengan areal yang harus diamankan dari kebakaran secara garis besar, sekat bakar merupakan metode pengisolasian bahan bakar merupakan metode untuk mengurangi luasan area yang terbakar.
Metode isolasi adalah kegiatan memisahkan suatu kawasan hamparan bahan bakar dengan kawasan hamparan bahan bakar lainnya oleh suatu penyekat yang disebut jalur isolasi. Jalur isolasi bisa berupa jalur terbuka atau suatu jalur yang bervegetasi.- Jalur isolasi terdiri dari jalur isolasi alami dan jalur isolasi buatan. Jalur isolasi yang alami misalnya (sungai, sempadan sungai, kawasan lindung selain sempadan sungai, dan punggung bukit). Jalur isolasi buatan terdiri dari jalur yang sudah ada, yang dirancang dengan tujuan bukan sebagai jalur isolasi tetapi dapat di dayagunakan sebagai jalur isolasi (jalan hutan, alur batas petak, jalan umum yang malintasi kawasan hutan) dan jalur khusus yang sengaja dibuat.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Sekat Bakar
Untuk membuat Sekat Bakar Sendiri bukan merupakan sesuatu hal yang mudah dimana ada teori-teori yang harus dijalankan oleh seorang Fire Marshall (Pimpinan Tim Pemadam Kebakaran), dimana Fire Marshal harus dapat memperkirakan luas/besaran kebakaran tersebut untuk menentukan Panjang sekat bakar yang harus dibuat disamping itu juga harus mempertimbangkan sekat bakar alami yang ada (sungai, Danau Rawa atau Jalan disekitar lokasi).
Perkiraan Jarak pembuatan sekat bakar dengan nyala api, Pembuatan Jalur sekat bakar dan juga Rencana jalur penyelamatan sebagai persiapan apabila terkurung api. Alat-lat yang digunakan juga bervariasi dan beragam tergantung besar kecilnya kebakaran yang terjadi, peralatan yang digunak dari yang sederhana seperti cangkul, garu dan kapak sampai ke Alat berat .
Metode Pembuatan Sekat Bakar sendiri ada 3 metode yang diterapkan selama pengalaman melakukan pemadaman kebakaran yaitu:
1) Metode Dua Kaki yaitu metode pembuatan sekat bakar pada jarak 1 meter sampai 15 meter dari api utama dengan memanfaatkan juga batas batas alam yang dapat dipakai seperti jalan, kanal dan sungai.
2)Metode Paralel yaitu metode pembuatan sekat Bakar pada jarak 1 sampai dengan 15 meter dari api utama dimana sekat bakar dibuat secara serempak pada kedua sisi api utama dan juga memanfaatkan sekat bakar alam yang ada.
3) Sekat Bakar di Daerah Bergunung hal yang dilakukan juga sma membuat sekat bakar pada jarak 1 sampai dengan 15 meter dari api utama dan biasanya sekat bakar akan dibuat di belakang bukit pada lereng yang berlawanan arah dengan datangnya api.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Didalam kesempatan ini penulis memberikan sebuah ilustrasi tentang penerapan penggunaan sekat bakar sebagai bagian dari teknik Indirect Attack (Pemadaman tidak langsung) dan termasuk kedalam kategori pemadaman api besar (Big Fire) salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Rimba Hutani Mas (RHM) yang terletak di wilayah Muba dan dibantu oleh Tim Pemadam Kebakaran dari berbagai pihak baik dari Pemerintahan maupun Non Pemerintah dalam melakukan upaya pemadaman di desa Muara Medak, pada saat itu saya dipercaya oleh Managemen perusahaan untuk mengomadoi pasukan pemadam, dengan menggunakan teknik sekat bakar, kami berjibaku untuk mengendalikan kebakaran di desa tersebut pada Tahun 2018 lalu dalam kurun waktu satu minggu. Tentunya teknik ini akan berhasil jika dibantu dengan sumberdaya memadai seperti, alat berat dan juga helikopter.
Sebagai gambaran saat itu perusahaan mengerahkan total kekuatannya untuk membantu pemadaman , berikut jumlah pasukan yang terlibat sebanyak 90 orang, alat-alat yang digunakan: Heli untuk water Boombing sebanyak 2 Unit (Super Puma Mi8 dan Superpuma PKDAN), Alat berat : Excavator 9 Unit, Grader 1 Unit, Mobil Pemadam 1 Unit, Pompa Tekan Tinggi 13 set, Pompa Injection 2 Unit, alat manual gepyok, garu 35 unit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Antoni-Anwar.jpg)