Harga Karet

Harga Karet di Sumsel Kembali Menguat Tipis Dipengaruhi Nilai Tukar Rupiah dan Harga Karet Dunia

Naiknya harga karet ini karena nilai tukar rupiah semakin melemah tukar rupiah terhadap dollar yang juga dibarengi naiknya harga karet dunia

Editor: Sudarwan
reigan/sripoku.com
Harga Karet di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini mengalami kenaikan. Tampak petani karet di Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, saat menimbang hasil sadapan, Rabu (23/11/2022). Harga karet di Sumsel kembali menguat. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kemarin kembali naik tipis dibanding harga sehari sebelumnya.

Naiknya harga karet ini karena nilai tukar rupiah semakin melemah tukar rupiah terhadap dollar yang juga dibarengi naiknya harga karet dunia sehingga harga secara keseluruhan ikut terkerek naik.

Kenaikan harga karet kemarin merupakan yang kedua kali di pekan ini karena bisa melampaui harga di atas Rp 20 ribu per kg.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada Selasa (6/12/2022) dibanderol Rp 20.851 per kg atau naik Rp 280 per kg dibanding harga pada Senin (5/12/2022) yang dibanderol Rp 20.571 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 280 per kg dibandingkan indikasi karet, Senin (5/12/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Selasa (6/12/2022).

Naiknya harga KKK 100 persen juga diikuti naiknya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.765 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.680 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibanderol Rp 14.595 per kg, KKK 60 persen di harga Rp 12.510 per kg, KKK 50 persen dibanderol harga Rp 10.425 per kg, dan KKK 40 persen dibanderol harga Rp8.340 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.

Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit. (Hartati)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved