Berita Selebriti

Imbas Laporan Palsu, Mahasiswa Gelar Aksi Demo Minta Baim Wong Ditangkap, Kasus KDRT Masih Berlanjut

Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia menggelar aksi demo di Polres Metro Jakarta Selatan meminta Baim Wong segera ditangkap

Kolase Instagram/ YouTube
Mahasiswa Gelar Aksi Demo Minta Baim Wong Ditangkap 

SRIPOKU.COM - Kasus laporan palsu terkait KDRT yang dilakukan Baim Wong masih berlanjut.

Kali ini mahasiswa tampak menggelar demo yang meminta Baim Wong ditangkap.

Diketahui beberapa waktu lalu Baim Wong dengan sengaja membuat KDRT menjadi sebuah konten kini terkena imbasnya.

Beberapa pihak yang geram dengan sikap Baim Wong itu lantas meminta pihak kepolisian untuk ambil tindakan.

Menindaklanjuti perbuatan Baim Wong, pihak kepolisian sudah memeriksa dan memanggil suami Paula Verhoeven.

Namun kini kasus tersebut kembali tersorot lantaran pihak kepolisian didesak untuk segera menangkap Baim Wong.

Viral, Baim Wong dan Paula Verhoeven buat konten KDRT di Youtube.
Viral, Baim Wong dan Paula Verhoeven buat konten KDRT di Youtube. (Youtube)

Baca juga: HIDUP Baim Wong Pilu Imbas Prank KDRT Terus Diusut, Paula Verhoeven Kuak Isi Hati, Bakal Janji Ini

Dilansir dari Intens Kamis (1/12/22) Rabu (30/11) kemarin segerombol mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum Indonesia menggelar aksi demo di Polres Metro Jakarta Selatan meminta Baim Wong segera ditangkap.

Segerombolan mahasiswa itu berkumpul di depan kantor polisi sekitar pukul 15.28 WIB dengan membawa spanduk bertuliskan "Tangkap dan Adili Baim Wong!!!".

Mahasiswa-mahasiswa tersebut mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini agar tidak terulang kembali.

"Kami mendesak pihak kepolisian Polres Jakarta Selatan untuk kembali memeriksan Baim Wong soal kasus laporan palsu," ucap salah satu perwakilan mahasiswa.

Sementara itu, aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa ini ditanggapi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Irwandhy.

Diakui Irwandhy kasus prank KDRT Baim Wong ini hingga kini masih berlanjut.

"Penanganan perkara laporan palsu, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 KUHP dengan terlapor BW, proses penangan perkara masih berjalan," terang Kompol Irwandhy.

Ia pun menerangkan bahwa pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi yang terlibat dalam kasus tersebut.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved