Berita Palembang

Herman Deru Tegaskan LRT Sumsel Bukan Transportasi Berorientasi pada Profit

Gubernur Sumsel Herman Deru buka suara soal kritik Komisi V DPR RI soal LRT Sumsel membebani APBN.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
LRT saat dilakukan ujicoba melintasi rel di samping Jembatan Ampera beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel Herman Deru buka suara soal kritik Komisi V DPR RI soal LRT Sumsel membebani APBN.

Deru menegaskan, LRT bukalan transportasi yang berorientasi pada profit.

Karena kata dia, berdasarkan UU yang ada bahwa angkutan perintis merupakan kewajiban negara mensubsidi.

"Namun yang perlu diingat, bahwa LRT bukanlah sebuah transportasi berorientasi profit tapi lebih ke berorientasi pada pelayanan untuk masyarakat," kata Deru saat diwawancarai di Safari Jurnalistik yang ada di Hotel Beston, Jumat (11/11/2022).

Sebelumnya, LRT Sumsel disoroti Komisi V DPR RI, saat melakukan kunjungan kerja di Palembang.

Komisi V DPR RI meninjau LRT Sumsel dan dalam pemaparannya menyatakan bahwa LRT Sumsel masih membebani negara melalui APBN.

Bahkan subsidi perintis yang digelontorkan pemerintah pada tahun 2022 mencapai Rp 199,94 miliar.

Adapun pendapatan yang diperoleh baru mencapai Rp 14,79 miliar, atau masih sekitar 92,6 persen lebih dari APBN, karena kontribusi pendapatan LRT terhadap keseluruhan biaya operasional hanya sekitar 7,4 persen.

Menurut Deru, dari Pemerintah Provinsi Sumsel sudah mensupport seperti penggunaan lahan Pemprov untuk dibangun bangun stasiun-stasiun.

Selain itu ada juga lahan yang digunakan, untuk memfasilitasi Feeder LRT.

"Selain itu juga mengajak masyarakat menggunakan LRT. Untuk para ASN dulu sempat diwajibkan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan LRT. Namun karena Covid-19 dari pihak LRT membatasi dulu," ungkapnya.

Untuk itu menurut Deru, terkait penggunaan LRT pada ASN ini nantinya akan dievaluasi terlebih dulu.

Mengingat sebelumnya sudah pernah diwajibkan sebulan satu kali menggunakan angkutan LRT, namun karena Covid-19 jadi terhenti.

"Kita akan evaluasi dulu nantinya seperti apa. Kemudian di tahun depan baru akan diterapkan lagi kepada ASN," katanya singkat

Sementara itu berdasarkan informasi yang telah dirilis Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan beberapa waktu lalu. Bahwa sudah banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan penumpang maupun pendapat LRT Sumsel.

Hal-hal yang dilakukan seperti membuat Kartu Pelajar, Kartu Merdeka, Kartu ASN, Kartu Sumpah Pemuda dan lain-lain.

Bahkan untuk di stasiun LRT juga dibuka tempat disewakan untuk berjualan.

Selain itu bisa juga untuk iklan di stasiun ataupun tiang-tiang LRT.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved