Berita Pali

Garda Terdepan Antisipasi Dini Cegah Kobaran Api Meluas, Redkar PALI Resmi Dibentuk Tiap Kecamatan

Redkar dibentuk sebagai upaya penanggulangan dini mencegah kobaran api meluas saat terjadi musibah kebakaran di pemukiman.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Ahmad Farozi
reigan/sripoku.com
Wabup PALI H Soemarjono didampingi Kepala Damkar Ibrahim Cik Ading secara simbolis menyerahkan SK Redkar saat pengukuhan Redkar di Kecamatan Talang Ubi, PALI, Rabu (2/11/2022). 

SRIPOKU.COM, PALI - Sebanyak 40 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) untuk wilayah Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI dibentuk dan dikukuhkan.

Pengukuhan Redkar ini dihadiri Wabup PALI H Soemarjono didampingi Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Kebakaran PALI, Ibrahim Cik Ading, di Kafe Beracung, Rabu (2/11/2022).

Redkar dibentuk sebagai upaya penanggulangan dini mencegah kobaran api meluas saat terjadi musibah kebakaran di pemukiman.

Wabup Soemarjono mengapresiasi pembentukan Redkar di Kabupaten PALI. Dia berpesan agar seluruh Redkar mengikuti pelatihan atau pembinaan dengan seksama.

"Tetap jaga kekompakan, ikuti dengan seksama pelatihan ini agar bisa menambah pengetahuan supaya bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain," pesan Soemarjono.

Kepala Damkar PALI, Ibrahim Cik Ading menambahkan, Redkar merupakan organisasi sosial berbasis masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi mewujudkan ketahanan lingkungan dari bahaya kebakaran.

"Redkar dibentuk secara nasional dari oleh dan untuk warga masyarakat dilingkungan desa atau kelurahan," ujar Ibrahim.

Dijabarkan, tujuan dibentuk Redkar untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.

Kemudian untuk membantu pencapaian mutu layanan SPM sub urusan kebakaran.

Selain itu, menciptakan sinergi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dengan masyarakat serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bahaya kebakaran.

"Selaian dari tujuan tertentu, Redkar juga harus memiliki prinsip, yakni cepat, tepat, partisipatif, koordinatif dan berdayaan," tukasnya.

Adapun tugas Redkar antisipasi kebakaran dijelaskan Ibrahim adalah memantau kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan kebakaran.

Mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran dilingkugannya, melakukan pemetaan sederhana daerah rawan kebakaran dilingkungannya.

Kemudian membantu melaksanakan piket jaga di pos pemadam kebakaran dan pos terpadu dilingkungannya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved