Gagal Ginjal Akut di Sumsel

Bertambah 1, Pasien Gagal Ginjal Akut Sumsel Asal Lubuklinggau Dirawat di RSMH Palembang

Pasien diduga gagal ginjal akut di Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah satu orang. Kini pasien dirawat di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. 

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
kompas.com
ilustrasi gagal ginjal. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasien diduga gagal ginjal akut di Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah satu orang. Kini pasien dirawat di RSUP Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. 

Total sudah ada tujuh pasien gagal ginjal akut yang dirawat di RSMH Palembang.  

"Ada penambahan satu orang anak yang diduga gagal ginjal akut," kata  dr. Eka Intan Fitriana, Sp.A (K) yang merupakan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi di RSMH Palembang, Kamis (27/10/2022).

Dokter Eka menjelaskan, bahwa masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah gagal ginjal akut atau bukannya. Jadi masih diduga, dengan gejala penurunan fungsi ginjal.

Untuk usianya 13 tahun, kondisinya baik dan masih dalam observasi. Sedangkan untuk yang dua pasien sebelumnya sudah pulang, karena kondisinya sudah membaik. Jadi yang dirawat tinggal satu pasien baru.

"Penambahan satu pasien ini dari Lubuklinggau, artinya dengan bertambah satu total di Sumsel sudah ada tujuh yang diduga gagal ginjal akut. Kalau di RSMH Palembang sendiri sudah merawat delapan pasien, yang satunya dari Jambi," ungkapnya

Sebeb menurutnya RSMH Palembang merupakan rumah sakit rujukan akhir untuk kasus gagal ginjal akut di Sumbagsel. 

Sementara itu Plt Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr. Marta Hendry, Sp.U., MARS mengatakan, RSMH Palembang ini sebagai rumah sakit rujukan akhir untuk wilayah Sumbagsel. 

"Dari segi kesiapan sebagai rujukan, mulai mitigasi, melakukan pembentukan tim, endaran untuk memfasilitasi penyakit ini agar lebih muda dilayani dan ruangan perawatan serta teanaga kesehatan yang berkompeten," katanya 

Dokter Marta mengimbau kepada masyarakat, kalau ada batuk pilek, penurunan jumlah urine selama 12 jam diwaspadai dan segera kedokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

"Hindari sementara obat-obatan sirup walaupun sudah dirilis ada obat-obatan yang aman. Untuk sementara Kalau tidak mengetahui jangan pakai, lebih baik ke dokter saja," pesannya

Menurutnya, sementara sambil menunggu ke pusat pelayanan kesehatan bisa memberikan tindakan seperti asupan minum yang cukup dan kenakan baju tipis. Jangan pakai obat yang dibeli tanpa resep dokter.
 

 

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved