Mahasiswa di Palembang Dianiaya Senior

Adanya Oknum Mahasiswa Menghalangi Kerja Jurnalis, Begini Kata Rektor UIN Raden Fatah Palembang

Pihak kampus UIN Raden Fatah Palembang isu penghalangan peliputan oleh para jurnalis terkait pemanggilan pelaku penganiayaan diksar UKMK Litbang

Penulis: Mita Rosnita | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Mita Rosnita
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si mengaku tidak begitu mengatahui terkait isu penghalangan peliputan yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang diduga anggota UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang terhadap 7 jurnalis yang tengah melakukan peliputan pemanggilan 10 terduga pelaku pengeroyokan diksar di Gandus, Jumat (30/9/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pihak kampus UIN Raden Fatah Palembang mengaku tidak begitu mengatahui terkait isu penghalangan peliputan yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang diduga anggota UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang terhadap 7 jurnalis yang tengah melakukan peliputan pemanggilan 10 terduga pelaku pengeroyokan diksar di Gandus, Jumat (30/9/2022).

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si mengatakan dirinya tidak mengetahui begitu jelas terkait persoalan tersebut mengingat pada saat kejadian dirinya sedang tidak berada di tempat.

"Kalau persoalan itu saya kurang mengetahui, karena kejadiannya terjadi saat malam saat rektorat sudah tutup. Tapi hal ini akan kami cari tahu melalui tim investigasi," katanya saat konferensi pers, Kamis (6/10/2022).

Senada dengan hal itu, Kabiro AAK, Jumari Iswadi, M.M. menyebutkan bahwa dirinya hanya mengetahui yang saat itu berkumpul di lobi Rektorat UIN Raden Fatah Palembang seluruhnya adalah wartawan.


"Kalau yang saat itu saya pikir semuanya adalah teman-teman media jadi untuk persoalan ini kami tidak begitu tahu," ungkapnya.


Lebih lanjut dia turut mengatakan apabila kejadian tersebut masih dalam waktu jam kerja tentunya akan ada tindakan dari pihaknya.


"Saat itu kalau gak salah mereka kumpul sampai jam 18.00 WIB yang mana satpam sudah tidak ada, tapi kalau waktu itu jam kerja mungkin akan saya bantu," bebernya.


Diketahui pula, puluhan mahasiswa yang diduga anggota unit kegiatan mahasiswa kampus (UKMK) Litbang UIN Raden Fatah Palembang berusaha menghalang-halangi sejumlah jurnalis yang tengah melakukan proses peliputan pemanggilan 10 terduga pelaku pengeroyokan diksar di Bumi Perkemahan (Buper) Gandus, Selasa (4/10/2022).


Penghambatan proses liputan itu sendiri menjadikan jurnalis Sripoku.com sebagai korban pemukulan oleh salah satu mahasiswi yang bermaksud melindungi 10 terduga pelaku dari sorotan kamera wartawan yang hadir saat itu.


Awalnya diketahui puluhan mahasiswa tersebut telah berkumpul di halaman gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang sejak pagi bersamaan dengan kedatangan 10 terduga pelaku yang akan melakukan pemeriksaan. 


Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.23 WIB hingga 18.23 tersebut membuat wartawan dan puluhan mahasiswa terpaksa menunggu hingga ke teras dan lobi gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang karena kondisi hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. 


Tak berselang beberapa jam terhitung sejak hujan turun, akhirnya 10 terduga pelaku selesai melakukan pemeriksaan dan turun dari lantai 2 gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang.


Hal tersebut sontak membuat puluhan mahasiswa yang diduga anggota UKMK Litbang menyerbu masuk ke  dalam lobi rektorat dengan maksud melindungi 10 terduga pelaku dari sorotan kamera jurnalis dan beberapa pertanyaan yang akan dilontarkan. 


Sayangnya, posisi jurnalis yang awalnya berada di depan dipaksa mundur oleh gerombolan mahasiswa tersebut sembari meneriaki jurnalis untuk mundur.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved