Berita Sriwijaya FC

Pelatih Sriwijaya FC Ikut Rasakan Kesedihan Tragedi Kanjuruhan: Saya Pernah Bagian dari Arema FC

Kiprah Liestiadi di dunia kepelatihan juga pernah dihiasi dengan gelar juara. Kisah manis itu terjadi pada 2009/10 lalu dan dicatatkannya bersama Arem

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Chairul Nisyah
Pelatih Sriwijaya FC, Liestiadi saat diwawancarai di lapangan Atletik Jakabaring Palembang, Selasa (20/9/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rasa duka yang mendalam dirasakan Coach Liestiadi, pelatih kepala Tim Sriwijaya FC atas kejadian dan dampak Tragedi Kemanusiaan pada laga Arema vs Persebaya Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam yang dikabarkan menelan korban jiwa 127 orang. 


"Saya sangat sedih," ucap Pelatih Sriwijaya FC, Liestiadi, Selasa (4/10/2022).

Pelatih Sriwijaya FC kelahiran Medan, Sumatera Utara, 14 Oktober 1968 ini mengungkapkan kesedihannya yang cukup mendalam atas tragedi Kanjuruhan Malang ini karena dirinya masih bisa mengingat memori saat dirinya menjadi keluarga Aremania. 


"Karena saya kan pernah menjadi keluarga Aremania saat jadi staf pelatih 2009/2010 yang membawa Arema juara ISL 2009/2010 dan Runner Piala Indonesia 2010 (kalah di final dengan Sriwijaya FC).

Dan saya ikut belasungkawa yang sebesar-besarnya," kata Pelatih berlisensi A Pro ini. 

Kiprah Liestiadi di dunia kepelatihan juga pernah dihiasi dengan gelar juara. Kisah manis itu terjadi pada 2009/10 lalu dan dicatatkannya bersama Arema FC.

Liestiadi bertindak sebagai asisten pelatih di Arema FC. Ia bekerja sama dengan Robert Rene Alberts yang menjadi pelatih kepala, dan berhasil menorehkan gelar juara Liga Super Indonesia 2009/10.

Arema FC juara setelah mengumpulkan 73 poin pada akhir musim. Mungkin, kisah manis tersebut bisa terulang kembali dengan membawa kejayaan bagi Persib B.

Kecemerlangan Liestiadi sebagai asisten pelatih di Arema FC membawanya meraih jabatan di level Timnas Indonesia. Ia beberapa kali dipercaya menghiasi tim kepelatihan Skuat Garuda, mulai dari level senior hingga junior.

Pada 2011 hingga 2012, Liestiadi menjabat di Timnas senior Indonesia. Setelah itu, ia mulai dipercaya terus-menerus di level junior dengan menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 dan U-19 dari tahun 2012 hingga 2013.

Liestiadi sejatinya memiliki pengalaman membesut tim Liga 1. Kisahnya tercipta dua musim lalu, kala menukangi Persipura Jayapura di Liga 1 2017.

Kiprah Liestiadi di Persipura Jayapura sejatinya cukup lumayan. Hingga akhir masa jabatannya pada pekan ke-9, ia mampu membawa tim itu menempati peringkat empat klasemen.

 

Namun, tepat pada pekan ke-9 itulah, Liestiadi mengundurkan diri dari Persipura Jayapura. Ia mundur setelah Persipura menderita kekalahan telak 1-5 dari PSM Makassar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved