Penganiayaan Diksar UKMK Litbang

Lindungi 10 Terduga Pelaku Penganiayaan dan Memukul Jurnalis, Mahasiswa Halangi Proses Peliputan

Puluhan mahasiswa yang diduga anggota UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang berusaha menghalang-halangi sejumlah jurnalis yang melakukan peliputan

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Mita Rosnita
Puluhan mahasiswa diduga anggota UKMK Litbang UIN RF Palembang saat berupaya menghalangi kerja jurnalis tengah melakukan proses peliputan pemanggilan 10 terduga pelaku pengeroyokan diksar di Bumi Perkemahan (Buper) Gandus, Selasa (4/10/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Puluhan mahasiswa yang diduga anggota unit kegiatan mahasiswa kampus atau UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang berusaha menghalang-halangi sejumlah jurnalis yang tengah melakukan proses peliputan pemanggilan 10 terduga pelaku pengeroyokan diksar di Bumi Perkemahan (Buper) Gandus, Selasa (4/10/2022).

Penghambatan proses liputan itu sendiri menjadikan jurnalis Sripoku.com sebagai korban pemukulan oleh salah satu mahasiswi yang bermaksud melindungi 10 terduga pelaku dari sorotan kamera wartawan yang hadir saat itu.

Awalnya diketahui puluhan mahasiswa tersebut telah berkumpul di halaman gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang sejak pagi bersamaan dengan kedatangan 10 terduga pelaku yang akan melakukan pemeriksaan. 

Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.23 WIB hingga 18.23 WIB tersebut membuat wartawan dan puluhan mahasiswa terpaksa menunggu hingga ke teras dan lobi gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang karena kondisi hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. 

Tak berselang beberapa jam terhitung sejak hujan turun, akhirnya 10 terduga pelaku selesai melakukan pemeriksaan dan turun dari lantai 2 gedung rektorat UIN Raden Fatah Palembang.

Hal tersebut sontak membuat puluhan mahasiswa yang diduga anggota UKMK Litbang menyerbu masuk ke  dalam lobi rektorat dengan maksud melindungi 10 terduga pelaku dari sorotan kamera jurnalis dan beberapa pertanyaan yang akan dilontarkan. 

Sayangnya, posisi jurnalis yang awalnya berada di depan dipaksa mundur oleh gerombolan mahasiswa tersebut sembari meneriaki jurnalis untuk mundur.

"Awas-awas mundur-mundur," ujar salah seorang mahasiswi yang meminta jurnalis untuk mundur dan tidak mengabadikan momen kedatangan 10 terduga pelaku.

Tidak menerima karena posisinya digeserkan, akhirnya jurnalis Sripoku.com berupaya menjelaskan bahwa yang dia lakukan semata-mata karena proses peliputan yang sesuai dengan prosedur dan kode etik jurnalistik.

"Tolong jangan dorong-dorongan saya jurnalis bukan mahasiswa, tolong kasih ruang saya ambil foto dan video," terang jurnalis Sripoku.com yang berusaha meminta jalan kepada para mahasiswa.

Sayangnya permintaan tersebut justeru ditanggapi ketus oleh salah satu dari mereka sembari memukulkan tangannya ke tangan jurnalis Sripoku.com.

"Siapa yang dorong kau," lanjutnya.

Setelah mengatakan hal tersebut dia masih terus melanjutkan aksi dorong-dorongan kepada pihak Jurnalis.

Bahkan keributan lain juga terjadi disaat anggota lainnya merendahkan pekerjaan jurnalis dengan menyebutkan kata-kata tidak pantas.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved