Berita Pln

Optimalkan Aset, PLN Kembangkan Bisnis Internet Hingga_Digital Service_Melalui Sub Holding Icon Plus

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis pembentukan Holding Subholding PT PLN (Persero) akan ikut mengakselerasi inovasi bisnis

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas Pln
Salah satu petugas PLN melakukan layanan konektivitas dan layanan IT PLN, Kamis (22/9/2022). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis pembentukan Holding Subholding PT PLN (Persero) akan ikut mengakselerasi inovasi bisnis di luar kelistrikan atau _Beyond kWh_ yang bakal menjadi sumber pendapatan baru bagi PLN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, inovasi bisnis Beyond kWh yang dulunya belum dikembangkan dengan maksimal, dapat diakselerasi melalui pembentukan subholding.

Erick Thohir, Kamis (22/9/2022) mengatakan, PLN saat ini memiliki aset jaringan kabel yang bisa dioptimalkan untuk bisnis diluar mengalirkan listrik.

Salah satu petugas PLN melakukan pengecekan jaringan listrik dan layanan konektivitas
Salah satu petugas PLN melakukan pengecekan jaringan listrik dan layanan konektivitas dan layanan IT PLN, Kamis (22/9/2022).

"Melalui subholding ini PLN bisa memaksimalkan jaringan kabel yang sudah ada saat ini untuk fiber optik dan jaringan internet. Ini bisa menjadi lini bisnis baru bagi PLN," kata Erick Thohir.

Apalagi, kata Erick saat ini banyak negara yang sudah menggerakan ekonomi digital.

Indonesia pun termasuk sebagai negara dengan digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, perlu ada infrastruktur tambahan untuk bisa memasok kebutuhan ekonomi digital ini.

"Pastinya ketika ekonomi digital tumbuh kita bicara yang namanya infrastruktur itu ya salah satunya ya fiber optic itu atau kabel yang dipunyai PLN yang bisa mengalirkan yang namanya wi-fi dan lain-lain. potensi itu ada dan mekanisme daripada _Beyond kWh_ itu juga banyak implikasinya," ujar Erick Thohir.

Erick Thohir pun mengapresiasi upaya bersama Dirut dan jajaran Direksi PLN dalam menyukseskan pembentukan Holding - Subholding.

Menurutnya, PLN berhasil melakukan digitalisasi mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, pengelolaan keuangan, pengadaan, sampai layanan pelanggan. 

"Ini semua dilakukan secara _end-to-end._ Proses bisnis yang tadinya kompleks dan berbelit, menjadi efektif dan efisien. Layanan yang dulunya lambat, sekarang sangat cepat dan memuaskan. PLN menjadi lebih sehat," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Subholding Beyond kWh yang akan memimpin transformasi produk layanan PLN dan peningkatan pengalaman pelanggan sehingga bisa mendorong penjualan non listrik.

Subholding ini memiliki tiga klaster bisnis, yaitu kelistrikan, layanan konektivitas dan layanan IT PLN. 

PLN ICON Plus juga diharapkan dapat meningkatkan peluang aliansi strategis, khususnya di bidang teknologi dan pendanaan, serta melakukan  manuver bisnis yang lebih lincah untuk mendukung PLN sebagai induk usaha.

Aset-aset kelistrikan yang tadinya digunakan hanya untuk layanan kelistrikan, dikembangkan untuk layanan Beyond kWh. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved