Jerman Akan Bantu Ukraina, Putin Diminta Segera Nyerah 'Dia Tidak Akan Bisa Menang di Ukraina'

Kanselir Jerman ini bahkan menyatakan dengan tegas jika negaranya, Jerman, akan mendukung penuh Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

Ukrinform.net
Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky. 

SRIPOKU.COM -- Meminta Presiden Rusia, Vladimir Putin menyerah. Hal ini lah yang disampaikan Olaf Scholz selaku Kanselir Jerman dalam pidatonya ketika menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.

Olaf bahkan menyebut kalau Putin dan Rusia sudah tak bisa lagi menang dalam perangnya di Ukraina.

Scholz menyebut kalau Putin hanya akan meninggalkan ambisi imperialisnya kalau ia tak segera sadar kalau negaranya tak akan bisa menang.

Kalau hal ini terus dilanjutkan, ujar Scholz, ambisi Putin akan semakin meluas ke wilayah atau negara lain di Benua Eropa.

Tidak hanya itu, Scholz juga menegaskan jika Jerman akan mendukung Ukraina dan menolak segala hal yang diajukan sebagai syarat damai yang bisa saja akan diberikan Rusia.

"Inilah mengapa kami tidak akan menerima perdamaian yang didiktekan oleh Rusia, dan inilah mengapa Ukraina harus mampu menangkis serangan Rusia," kata Scholz dalam pidato pertamanya di Majelis Umum PBB hari Selasa (20/9/2022), seperti dikutip Reuters.

Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato di Sesi ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York City, AS, 20 September 2022.
Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato di Sesi ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York City, AS, 20 September 2022. (Eduardo Munoz/REUTERS)

===

Lebih lanjut, Scholz menyadari ambisi imperialisme yang mulai ditunjukkan Putin jelas menjadi ancaman, bukan hanya bagi Eropa tetapi bagi tatanan perdamaian global.

Di hadapan forum, Scholz mendesak PBB untuk mengambil langkah agar sistem "yang kuat mengatur yang lemah" tidak terjadi di dunia.

"Apakah kita tak berdaya ketika ada pihak yang membawa kita kembali ke dunia di mana perang menjadi sarana politik yang umum?"

"Di mana negara-negara harus bersatu dengan tetangganya yang lebih kuat?"

"Di mana kemakmuran dan hak asasi manusia adalah hak istimewa bagi segelintir orang yang beruntung?," ungkap Scholz.

Dalam rangka mencegah ambisi Putin, aliansi Barat telah bersaing dengan Rusia untuk mendapatkan pengaruh diplomatik sejak invasi mereka ke Ukraina dimulai Februari lalu.

Pernyataan keras Scholz ini keluar setelah Jerman akan menjadi tuan rumah konferensi tentang rekonstruksi Ukraina pada 25 Oktober mendatang.

Scholz memastikan Jerman akan membantu pemerintah Ukraina dengan anggaran dana yang sangat besar untuk membangun kembali negara itu.

===

Sumber : Kontan

===

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved