Bawaslu Sumsel

Tugas Berat Ini Menanti Calon Terpilih Anggota Bawaslu Sumsel

Direktur Wilayah Sumsel Public Trust Institute Fatkurohman SSos mengingatkan tiga komisioner Badan Pengawasan Pemilihan Umum

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/handout
Dari Kiri ke Kanan : Profil Komisioner Bawaslu Sumsel, Kurniawan, Ahmad Naafi, dan Sarkani.   

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Direktur Wilayah Sumsel Public Trust Institute Fatkurohman SSos mengingatkan tiga komisioner Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumsel 2022-2027 yang bakal dilantik di Jakarta, Rabu (21/9/2022) jika tantangan Pemilu 2024 sangat berat telah menanti. 

"Karena pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres) dilakukan secara serentak. Hal  ini membutuhkan penyelenggara pemilu yang berpengalaman dan kuat pendirian (kokoh) terlebih pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang bakal bertugas sebagai mengawasi dan menjaga integritas pemilu," ungkap Fatkurohman SSos kepada Sripoku.com, Senin (19/9/2022). 

Ketiga nama komisioner Bawaslu Provinsi Sumsel yang baru itu yakni Kurniawan SPd (Komisioner KPU Palembang), Ahmad Naafi SH MKn (mantan komisioner KPU Sumsel), dan Muhammad Sarkani (Ketua Bawaslu Muba) berdasarkan pengumuman hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Bawaslu Provinsi Sumsel masa jabatan 2022-2027 Nomor: 316/KP.01.00/K1/09/2022 yang disampaikan Bawaslu RI, Sabtu (17/9/2022) malam. 

Pengamat Politik yang juga Direktur Wilayah Sumsel Public Trust Institute, Fatkurohman SSos.
Pengamat Politik yang juga Direktur Wilayah Sumsel Public Trust Institute, Fatkurohman SSos.

Terlepas dari berbagai isu warna kepentingan Calon Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, tiga orang terpilih harus diakui merupakan sosok yang berpengalaman panjang sebagai penyelenggara pemilu di daerah yang dimulai dari level paling bawah. 

"Pengalaman ini diharapkan bisa menjalankan tugas untuk menjaga marwah dan integritas penyelenggaraan pemilu di Sumatera Selatan," kata pengamat politik yang selalu aktif di berbagai kegiatan diskusi. 

Dikatakan Alumni FISIP Unsri ini, Pileg 2024 terutama daerah pemilihan (dapil) 1 dan 2 di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi diikuti oleh para tokoh politik yang berpengalaman baik nasional maupun lokal seperti para menteri dan eks Kepala.Daerah.

"Tentunya tekanan politik akan semakin kuat. Diharapkan pendirian, profesionalisme dan integritas  tetap terjaga dalam menjalankan tugasnya," terang Alumni SMA Muhammadiyah 1 ini.

Calon Bawaslu Sumsel terpilih juga mempunyai pekerjaan berat guna menyiapkan pengawasan pemilu. Tugas berat itu salah satunya dijelaskan Bung FK, mengawasi untuk membereskan daftar pemilih bermasalah di Sumatera Selatan. 

"Kita mengkaji, jangankan di daerah, di Kota Palembang saja, persoalan daftar pemilih masih bermasalah. Ini yang membutuhkan pengawasan agar daftar pemilih bermasalah bisa dibersihkan agar tidak disalahgunakan dalam pemilu 2024 ataupun pilkada serentak mendatang," tegas Fatur yang juga Sekjen IKA Fisip Unsri (Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya). (Abdul Hafiz) 
 
 
 
Dari Kiri ke Kanan : Profil Komisioner Bawaslu Sumsel, Kurniawan, Ahmad Naafi, dan Sarkani.  

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved