Berita Lubuklinggau

Sepanjang Tahun 2022 Ada 167 Kasus DBD di Lubuklinggau, Tersebar Merata di Seluruh Kecamatan

Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Lubuklinggau Sumsel hingga bulan September 2022 terhitung cukup tinggi.

Editor: Odi Aria
ist
Ilustrasi nyamuk. 

SRIPOKU.COM- Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Lubuklinggau Sumsel hingga bulan September 2022 terhitung cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau hingga September ini tercatat 167 orang di kota ini terserang penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi mengklaim meski kasus DBD cukup tinggi, trennya saat ini mengalami penurunan. Bahkan sepanjang September hanya ada lima laporan kasus DBD.

"Total keseluruhan 167 kasus, tapi berkat pencegahan kita secara cepat melakukan foging di tempat-tempat yang ada laporan kita langsung turun," kata Erwin pada wartawan, Senin (19/9/2022).

Menurut Erwin, rata-rata yang terkena DBD didominasi oleh anak-anak, penyebabnya karena kebersihan lingkungan masyarakat kurang, sehingga jadi tempat berkembangnya nyamuk.

"Alhamdulillah semuanya sudah sembuh dan tidak ada satu pun  pasien meninggal dunia, semuanya mampu ditangani dengan baik," ujarnya.

Erwin mengungkapkan, nyamuk DBD bukanlah nyamuk yang berkembang ditempat kotor melainkan berkembang di tempat air bersih yang tergenang.

"Dari temuan kasus selama ini tidak ada wilayah mendominasi, hampir merata di seluruh wilayah delapan kecamatan Kota Lubuklinggau  hampir semua ditemukan adanya kasus," ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat diminta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengubur barang bekas, dan menguras bak penampungan air secara rutin dirumahnya masing-masing.

"Jadi upaya kita sekarang meminta masyarakat untuk PHBS, dengan PHBS penyakitnya lainnya juga bisa dicegah, musim hujan ini kita hadapi dengan selalu meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Lanjutnya, Dinkes melalui petugasnya  terus melakukan edukasi dengan melakukan sosialisasi melalui kader-kader di masing-masing puskesmas, agar menerapkan pola hidup sehat, dengan menguras bak dan membersihkan lingkungan sekitar.

"Masyarakat diminta bagi yang masih sering menggantung pakaian di dalam rumah untuk mengubah prilaku itu, karena nyamuk DBD ini termasuk nyamuk sering bersembunyi digantungan -gantungan pakaian," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved