Berita Musi Rawas

Warga Babat Musi Rawas ini Heran, Setelah 3 Hari Bunga yang Dipindahkannya ke Dalam Pot Berbau Busuk

"Setelah saya pindahkan, tidak lama berbunga. Kemudian, ada tetangga yang komplain, bau apa ini bau busuk," kata Adi.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Ahmad Farozi
Dok Pribadi
Adi Saputra warga Dusun Sukadana Desa Babat Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Mura Provinsi Sumsel, saat menunjukan bunga bangkai yang sudah diletakkan dalam pot didepan rumahnya. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Melihat bunga unik di belakang rumahnya, Adi Saputra, warga Dusun Sukadana Desa Babat Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, berinisiatif memindahkannya ke dalam pot dan meletakkannya didepan rumah.

Namun, setelah tiga hari, tetangga Adi mencium bau busuk yang ternyata berasal dari bunga yang sebelumnya dipindahkan oleh Adi dari belakang rumahnya.

Kemudian, Adi dan bersama warga lainnya, mencoba mencari tahu tentang bunga tersebut. Ternyata bunga yang dipindahkan dari belakang rumahnya ke dalam pot tersebut, adalah bunga bangkai atau nama latinnya Amorphophallus.

Saat dikonfirmasi Sripoku.com, Adi Saputra penemu bunga bangkai tersebut mengaku, pertama kali menemukan bunga tersebut pada Kamis (8/9/2022) lalu. Kemudian memindahkannya ke dalam pot pada Sabtu (10/9/2022).

"Awalnya saya liat bunga itu dibelakang rumah, tapi pas ditemukan masih bentuk batang belum ada bunganya," kata Adi kepada Sripoku.com, Rabu (14/9/2022).

Kemudian lanjut Adi, karena dirasa unik, maka dia berinisiatif memindahkannya ke dalam pot dan meletakkannya di depan rumah. Namun, setelah berbunga, para tetangganya heran dan komplain karena mencium bau busuk.

"Setelah saya pindahkan, tidak lama berbunga. Kemudian, ada tetangga yang komplain, bau apa ini bau busuk," jelasnya.

Ternyata sambung Adi, bau tersebut berasal dari bunga yang ada di pot didepan rumahnya. Kemudian, setelah dicari tahu, ternyata bunga tersebut adalah bunga bangkai.

"Tiga hari lalu yang baunya sangat menyengat. Kalau sekarang tidak bau lagi, dan masih tetap berbunga," katanya.

Dikatakan, saat ini bunga tersebut masih berada di depan rumahnya. Lantaran tidak menimbulkan bau busuk lagi, banyak warga berdatangan untuk sekedar berfoto dan melihat bunga tersebut.

"Kalau kemaren belum ada yang berfoto dengan bunga itu, karena bau busuknya masih menyengat. Tapi, hari ini tadi sudah banyak yang datang untuk melihat dan berfoto," ungkapnya.

Penemuan bunga bangkai di belakang rumahnya itu kata Adi, merupakan yang pertama kalinya. Ssebelumnya sudah ditemukan bunga yang serupa, namun jauh dari kediamannya.

"Ini yang pertama. Tapi dulu pernah ditemukan juga dibelakang masjid. Jaraknya jauh dari rumah saya," tutupnya.

Kepala Desa Babat, Internasional membenarkan adanya penemuan bunga bangkai oleh warganya di Dusun Sukadana Desa Babat.

"Benar memang ada, sekarang bunganya ada di rumah penemunya di Dusun Sukadana. Setahu saya ini yang pertama, sebelumnya belum pernah denger ada penemuan bunga yang sama di Desa Babat," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved