Berita Lubuklinggau

Kue Apem Bugis Pakai Gula Khusus Sembalun Kini Hadir Di Lubuklinggau, Cek Lokasi Kedainya

"Yang bikin beda adalah gulanya. Kami biasanya menggunakan gula khusus (gula sembalun), manisnya beda dengan yang lainnya," ungkapnya.

Editor: Ahmad Farozi
eko hepronis/ts
Warga Kota Lubuklinggau kini dapat menikmati kue apem khas Bugis yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Batu Urip dan Jalan Bukit Sulap Kelurahan Linggau Ulu. Tampak penjual kue apem Bugis, Aldino di kedainya Jalan Bukit Sulap, Selasa (13/9/2022). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Warga Kota Lubuklinggau kini dapat menikmati kue apem khas Bugis. Saat ini ada dua lokasi kedai usaha "Raja Apem Panas 77" khas Bugis, Sidenreng Rappang, Sulsel itu.

Yaitu di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Batu Urip dan Jalan Bukit Sulap Kelurahan Linggau Ulu.

Aldino, penjual kue apem Bugis mengatakan, setelah kurang lebih satu tahun membuka usaha di Palembang, kini dia membuka usaha di Kota Lubuklinggau.

"Jadi pindah-pindah. Pernah buka di Palembang hampir setahun, sekarang coba buka di Lubuklinggau," ungkapnya Aldino, dijumpai dikedainya Jalan Bukit Sulap, Linggau Ulu, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, sejauh ini animo masyarakat Lubuklinggau membeli kue apem Bugis cukup tinggi. Dalam satu hari, mampu memproduksi kue apem panas 30 kilogram tepung terigu dan tepung beras.

"Untuk bahan dasar pembuatan kue apem panas ini terdiri dari tepung terigu, tepung beras serta gula aren. Kue apem panas ini juga tidak memakai gula pasir," ujarnya.

Dia menjelaskan yang membedakan apem khas Bugis ini adalah rasa manisnya. "Yang bikin beda adalah gulanya. Kami biasanya menggunakan gula khusus (gula sembalun), manisnya beda dengan yang lainnya," ungkapnya.

Dia menyebutkan proses pembuatan kue apem panas ini sangat sederhana. Cukup hanya dikukus saja, tidak perlu minyak goreng.

Proses mengukusnya pun tidak lama. Hanya delapan menit sudah matang atau sudah masak. Supaya menimbulkan aroma khas tempat pengukusannya diberikan daun, agar aroma kue apem lebih nikmat lagi.

"Gerai kue apem panas ini buka dari pukul 08.00 sampai 22.00 Wib, tapi melihat kondisi bila adonan sudah habis sebelum waktu tutup, kami tutup lebih awal," ujarnya.

Penyajiannya cukup sederhana biasanya diberikan taburan kelapa setengah tua yang sudah diparut. Karena kebanyakan yang beli orang tua yang tidak bisa mengonsumsi makanan keras atau yang punya maag.

"Untuk harganya sendiri ia menjual dengan dua porsi. Untuk porsi Rp10 ribu berisi 7 biji apem panas," ujarnya. (eko hepronis/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved