Breaking News:

DITEMUKAN Luka Memar di Dada, Autopsi Santri Gontor Asal Palembang Berlangsung 6 Jam

Hasil autopsi, antara lain ditemukannya luka memar pada bagian dada korban dan organ dalam.

Editor: Wiedarto
handout
Kasat Reskrim Polres Ponorogo Jatim, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia bersama kuasa hukum korban saat berada di lokasi autopsi santri Gontor yang meninggal diduga dianiaya, Kamis (8/9/2022) di TPU Sei Selayur Kota Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Autopsi jenazah AM, santri Pondok Gontor I Ponorogo asal Palembang yang meninggal karena diduga dianiaya senior berlangsung selama enam jam. Hasil autopsi, antara lain ditemukannya luka memar pada bagian dada korban dan organ dalam.


Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo yang dikonfirmasi Kamis (8/9/2022) sore menyatakan pelaksanaan autopsi jenazah santri berinisial AM di Palembang berlangsung lancar.

Proses autopsi yang melibatkan tim Polres Ponorogo, tim Biddokes Polda Sumsel dan dokter dari RSU di Palembang menemukan adanya luka memar pada tubuh korban.

“Hasil kesimpulan sementara salah satunya ditemukan memar atau bekas benda tumpulan di area sekitar dada dan organ dalam,” kata Catur.


Kendati demikian, Catur belum menegaskan luka itu menjadi penyebab kematian korban. Menurut Catur, kepastian penyebab kematian AM akan disampaikan ahli. “Kami hanya menyampaikan sedikit temuan dari hasil autopsi tadi siang,” jelas Catur.

Ahli nanti juga akan menjelaskan soal pendarahan di kepala korban yang diungkap keluarga. Usai mendapatkan hasil autopsi, Polres Ponorogo segera melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara itu polisi akan mendapatkan syarat formil dan materiil guna meningkatkan proses hukum ke tahap selanjutnya.


Hingga kini, polisi belum menentukan tersangka. Catur berjanji akan menyampaikan tersangka ke publik bila sudah ditetapkan oleh penyidik.

“Tambahan saksi yang diperiksa berasal staf dari rumah sakit dan staf pengasuhnya,” demikian Catur.

Menyoal pemanggilan pimpinan pondok dan dokter yang meneken surat kematian korban, polisi belum mengagendakannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved