Berita Muratara
Petani Sawit Kebigungan, Banyak Pengepul tak Beli Tandan Buah Segar Karena Buah di Pabrik Melimpah
Petani Sawit di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengaku bingung lantaran banyak pengepul tak membeli Tandan Buah Sawit
SRIPOKU.COM, MURATARA - Petani Sawit di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengaku bingung lantaran banyak pengepul tak membeli Tandan Buah Sawit (TBS), Senin (25/7/2022).
"Tempat langganan saya menjual tutup, lapak-lapak lain juga banyak yang stop beli, jadi kami bingung, mau jual ke pabrik langsung tidak bisa," kata petani sawit, Indra, Minggu (24/7/2022).
Indra menyebut, alasan pengepul stop sementara membeli buah sawit petani lantaran stok TBS di sejumlah pabrik sedang melimpah.
"Kabarnya karena di pabrik numpuk, jadi lapak tidak berani membeli, takut busuk tidak sampai ke pabrik," katanya.
Informasi yang didengarnya, lanjut Indra, menumpuknya TBS di pabrik lantaran CPO mereka tidak keluar padahal keran ekspor telah dibuka pemerintah.
"Saya tidak mengerti juga, infonya CPO tidak keluar, padahal kan katanya ekspor sudah boleh, jadi bingung kami, ujung-ujungnya kami petani inilah yang dibuat susah," katanya.
Sementara itu, salah seorang pengepul TBS di Muratara, Iko mengungkapkan memang saat ini lapaknya sering tutup sementara membeli buah sawit dari petani.
Itu lantaran buah sawit menumpuk di pabrik, ditambah antrian panjang truk membawa buah sawit mengular belum dibongkar ke pabrik.
"Untuk sementara ini kita tutup dulu, kalau ada info dari pabrik sudah agak longgar baru kita buka lagi," katanya.
Ia mengungkapkan, setiap harinya TBS menumpuk di pabrik, bahkan truknya yang membawa buah harus menginap bermalam-malam.
"Saya saja jual ke pabrik luar daerah masih numpuk buah, mobil saya sudah tiga malam belum bongkar," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Tbs-muratara-1.jpg)