Berita Mura

Seorang Siswi di Mura Disekap 5 Pemuda Selama 15 Hari, Dirudapaksa dan Dijual ke Pria Hidung Belang

RS membujuk rayu siswi di Mura itu untuk melakukan hubungan badan (bersetubuh) dengan cara memaksanya atau rudapaksa.

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Polres Musi Rawas merilis RS, salah satu tersangka rudapaksa seorang siswi di Mura, Rabu (20/7/2022). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Seorang siswi di Mura atau Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan berinisial CITP (14) diduga disekap selama 15 hari dan dirudapaksa lima pemuda.

Tak hanya itu, diduga sisiwi tersebut juga dijual oleh kenalan yang menyekapnya ke pria hidung belang.

"Tersangkanya sudah kita tangkap dan amankan pada Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 15.00. Penangkapan dilakukan Tim Landak Satreskrim Polres Musi Rawas dipimpin Kanit PPA Ipda Doris Pidriandi," kata Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmad Hidayat, Rabu (20/7/2022).

"Tersangka adalah RS (25) warga Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Ditangkap di Desa Kali Sereng Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Musi Rawas untuk dilakukan pemeriksaan," kata Dedi Rahmad Hidayat.

Dikatakan, dari pengakuan tersangka, peristiwa bermula ketika korban berkenalan dengan tersangka RS (25) seorang pria warga Kecamatan Muara Kelingi melalui jejaring media sosial FB.

Setelah itu mereka bertemu pada 1 Juni 2022 dan korban diajak ke pesta atau menonton orgen tunggal di salah satu desa di Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas.

Setelah itu, korban diajak ke kontrakan RS.

Sesampainya di kontrakan, RS kemudian menyetubuhi korban.

Bukan hanya sekali, korban kemudian disekap oleh RS di kontrakannya dari 1 Juni sampai 15 Juni 2022.

Mirisnya lagi, RS kemudiian menawarkan korban ke lima orang temannya dan meminta bayaran sebesar Rp1 juta.

Namun teman-temannya hanya punya uang Rp500 ribu dan disetujui oleh RS.

Setelah itu, lima orang teman RS secara bergiliran menyetubuhi korban dan dari pembayaran tersebut RS memberikan uang Rp200 ribu kepada korban.

Tapi uang Rp200 ribu itu kemudian diambil kembali oleh RS dengan alasan untuk bayar kontrakan.

Adapun dari hasil pemeriksaan terhadap korban, diketahui pada 1 Juni 2022 sekitar pukul 13.00 korban sedang menonton orgen tunggal di salah satu desa di Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved