Idul Adha 2022

Sapi Jokowi Jadi Hewan Pertama yang Dipotong di Masjid Agung Palembang, Daging Dibagikan ke RT

Sapi milik Presiden Jokowi menjadi hewan pertama yang dipotong di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Masjid Agung Palembang

Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com / Linda
Sapi milik Presiden Jokowi menjadi hewan pertama yang dipotong di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Masjid Agung Palembang, Minggu (10/7/2022). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sapi milik Presiden Jokowi menjadi hewan pertama yang dipotong di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Masjid Agung Palembang, Minggu (10/7/2022).

Sapi yang dikurban Jokowi ke Masjid Agung Palembang adalah jenis Simmental 1,1 Ton yang dipotong pertama pada Hari Raya kurban kali ini.

Setelah memotong sapi pertama milik Jokowi, Pengurus Masjid Agung Palembang secara bersamaan memotong sapi Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Walikota Palembang Harnojoyo hingga Menteri Perhubungan Budi Karya.


Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Masjid Agung Palembang, tahun ini menerima 14 sapi dan delapan kambing untuk kurban di hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

"Ada 14 sapi dan delapan kambing yang akan dipotong untuk kurban," kata Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Ir Kgs H Ahmad Sarnubi saat diwawancarai di Masjid , Minggu (10/7/2022)

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau hewan kurban tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Kalau tahun lalu sapinya hanya 10 ini ada 14 ekor, ditambah ada delapan kambing.

Untuk hewan kurban sendiri sudah mulai dilakukan pemotongan sejak pukul 09.00 WIB diawali dengan sapi kurban Presiden Joko Widodo.

Selain itu di sini juga ada sapi kurban dari Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Walikota Palembang Harnojoyo hingga Menteri Perhubungan Budi Karya.

"Untuk hewan kurban ini nantinya akan dibagikan melalui RT. Jadi kita hanya menyediakan daging kurban dan diberikan ke RT setempat, lalu dari RT yang akan mengkoordinir warganya," katanya

Menurutnya, pembagian melalui RT dilakukan agar masyarakat tidak menumpuk di Masjid Agung Palembang, terlebih saat ini masih pandemi Covid-19. Dengan dibagikan melalui RT dinilai lebih efektif.

"Jadi diimbau kepada warga tidak perlu antre di Masjid Agung, karena pembagiannya melalui RT yang ada disekitar Masjid Agung Palembang," katanya

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved