Berita Palembang
Abas Akbar dan Dua Pesilat Sumsel Jajal Kejuaraan Dunia di Malaysia
pemanggilan dirinya yang diminta segera bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional paling lambat pada 9 Juni 2022 lalu di Jakarta.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Odi Aria
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelatih pencak silat Sumsel, Abas Akbar bersama pesilat Sumsel peraih medali emas PON XX Papua 2021 Nia Larasati Kelas G Putri, dan Fransiska Sandra Dewi Kelas H Putri siap menjajal Kejuaraan Dunia tahun 2022 di Malaysia, 26-31 Juli mendatang.
Keikutsertaan tiga insan pencak silat Sumsel ini masuk di antara 49 nama pelatih dan atlet yang tertera dalam SK Tim Nasional Pencak Silat yang ditandatangani Ketum PB IPSI Letjen TNI Purn H Prabowo Subianto. Abas ditunjuk sebagai Coach tanding.
"Ya kita bertiga masuk dalam Tim kejuaraan dunia yang ada di Surat Keputusan PB IPSI Tanggal : 23 Juni 2022 No. Skep : Skep- 12 / VI / 2022 tentang Susunan Tim Pencak Silat Indonesia untuk Kejuaraan Dunia 2022 di Melaka Malaysia dan siap menjalankan amanah ini," ungkap Abas Akbar kepada Sripoku.com, Rabu (6/7/2022) malam.
Abas Akbar sebagai mantan atlet dunia dan sekarang pelatih Nasional yang menangani tim Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Dirut dan Direksi BSB yang selalu mendukung dan mensupportnya, sebagai Pegawai BSB dan manajemen Bank Sumsel Babel selalu memberi dukungan izin dan support yang luar biasa dari bank demi negara dan daerah Sumatera Selatan
"Fransiska Sandra Dewi dan Nia Larasati merupakan juara peraih medali emas PON XX 2021 Papua dan perunggu juga jebolan PPLPD Muba dan merupakan atlet Binaan Bank Sumsel Babel," kata Abas.
Sebelumnya Abas pernah mengabarkan tentang pemanggilan dirinya yang diminta segera bergabung dalam Pemusatan Latihan Nasional paling lambat pada 9 Juni 2022 lalu di Jakarta.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

“Berdasarkan surat itu, seluruh atlet dan pelatih diminta berkumpul paling lambat 9 Juni 2022 dan diminta membawa paspor juga,” kata Abas.
Abas yang saat ini menjabat Wakil Kepala Cabang BSB (Bank Sumsel Babel) Sungailiat mengatakan dirinya waktu itu akan meminta persetujuan terlebih dahulu dari jajaran manajemen perusahaan karena ini berkaitan dengan kegiatan di luar kedinasan.
“Tentunya saya harus izin dulu ke Dirut BSB, apalagi saat ini saya berdinas di Sungailiat, Bangka Belitung,” katanya.
Dipanggilnya Abas Akbar menjadi pelatih timnas ini bukan kali pertama karena sebelumnya ia juga dipercaya melatih atlet nasional untuk bertanding di Asian Games ke-18 tahun 2018.
Pria kelahiran Jakarta, 6 November 1973 ini hingga kini masih disebut sebagai legenda hidup pencak silat Indonesia.
Ia yang dikenal dengan teknik guntingan ini memiliki segudang prestasi, di antaranya, lima medali emas SEA Games mulai dari SEA Games Singapura tahun 1993 dan terakhir pada SEA Games Malaysia tahun 2001, medali perak Kejuaraan Dunia tahun 1992, dan medali emas Kejuaraan Dunia tahun 2002.
Pasca pensiun, ia mendedikasikan diri untuk mengembangkan olahraga pencak silat di tanah kelahirannya Sumatera Selatan dengan mendirikan padepokan di Palembang.
Menanggapi panggilan Pelatnas waktu itu, Fransiska Sandra kepada Sripoku.com menyatakan siap menjalani panggilan tersebut.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

"Siap selalu kalau Siska," kata Siska.
Menurut peraih medali emas kelas F pencaksilat pada PON XX 2021 Papua, pemanggilan ini sebetulnya sudah lama.
"Kan habis PON itu seleksi nasional, untuk SEA Games dan Kejuaraan Dunia, siska ini terpilih untuk kejuaraan dunia, karena PB IPSI kemarin fokus ke SEA Games makanya yang tim kejuaraan dunia baru biso dipanggil sekarang," kata Siska.
Siska sendiri sekarang posisinya masih kuliah di STIP Annisa Dwi Salfarizi semester VI mengaku Pelatnas ini merupakan yang kedua kali diikutinya. Ia berharap ridha Allah untuk bisa jadi juara dunia, membawa nama baik Sumatera Selatan.
"Obsesi untuk sekarang fokus Kejuaraan Dunia ini memberikan yang terbaik, memberikan seluruh kekuatan baik jiwa dan raga untuk berjuang maksimal kagek, kan bulan Juli nanti tandingnyo," ujar Siska.
Ia berharap doa dan dukungan juga terutama dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, dukungan dari Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan.
"Yang pasti ini masih biso jadi bekal untuk terus menjaga performa untuk persiapan road to pon 2024 kagek jugo, karena jujur Siska masih punya ambisi ingin berada kembali di PON," kata pesilat putri kelahiran Palangkaraya 24 juni 1999.
Meski usianya bukan lagi yang termuda, namun atlet pencaksilat putri Sumsel, Nia Larasati masih tetap dipanggil Decil.
"Sudah familiar dipanggil Decil karena pas pembinaan di PPLPD Musibanyuasin umur saya paling muda, makanya dipanggil Decil. Decil itu adek kecil," ungkap Nia Larasati kepada Sripoku.com.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Decil sudah berprestasi sejak remaja dengan menjuarai ASEAN Sport School Game Trang Thailand tahun 2014 kelas G putri remaja mendapatkan medali emas.
Kemudian dua kali menjuarai Kerjurnas PPPLP, yakni meraih emas di Kaltim 2013 kelas G putri remaja dan juga juara 1 Kejurnas PPLP Manado 2016 kelas G putri.
"Dan untuk PON remaja Jatim 2014 pernah mendapatkan medali perunggu di kelas F putri," kata putri sulung dari 3 bersaudara pasangan Zaini dan Linggarjati Jati.
Sedangkan untuk di kelompok dewasa, Nia Larasati ini terakhir kemarin mendapatkan medali emas Kejurnas Pra PON 2019 kelas E putri Jakarta. Kemudian Juara 1 Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2019 kelas E putri di Solo.
PON XX 2021 Papua kemarin baru yang pertama dirinya masuk di PON dewasa karena Alumni SMAN 5 Sekayu Musi Banyuasin ini baru masuk dewasa.
Decil sebelumnya mempersembahkan medali emas Porprov Sumsel 2019 Kelas E putri untuk kontingen Musi Banyuasin. Kemudian meraih medali perak Popnas 2015 Jabar kelas E putri.
Nia Larasati yang tercatat sebagai anggota Kowad TNI AD Satuan (Batalyon Perhubungan) di Depok bertekad bakal mempersembahkan medali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Abas-akbar-silat-12.jpg)